jump to navigation

Sehat dan Hemat dengan Obat Generik 14/05/2011

Posted by joni prayoga in FARMASI & KESEHATAN.
Tags: , , , , , , , ,
4 comments

Permasalahan mulai muncul dalam usaha untuk melaksanakan upaya kesehatan. Fakta yang berkembang dewasa ini adalah kesehatan bukanlah barang murah yang dapat di beli dan nikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Padahal kesehatan adalah hal yang paling penting bagi kehidupan manusia. Salah satu contoh adalah tidak sedikit uang yang harus dikeluarkan masyarakat untuk melakukan pengobatan atau membeli obat yang merupakan salah satu elemen penting dalam melakukan penyembuhan penyakit (kuratif). Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kelas menengah ke bawah akan obat., pemerintah meluncurkan Obat Generik Berlogo (OGB) pada tahun 1991. Kemudian pemerintah juga menerbitkan kebijakan kewajiban penggunaan obat generik bagi institusi layanan medis pemerintah, melalui Permenkes nomor HK.02.02/Menkes/068/I/2010. Akan tetapi masyarakat memiliki asumsi bahwa obat generik adalah obat kelas dua yang artinya memiliki mutu kurang bagus. Harganya yang terbilang murah membuat masyarakat tidak percaya bahwa obat generik sama berkualitasnya dengan obat bermerk. Padahal zat berkhasiat yang dikandung obat generik sama dengan obat bermerk.

Kurangnya informasi seputar obat generik adalah salah satu faktor penyebab obat generik dipandang sebelah mata. Padahal dengan beranggapan demikian, selain merugikan pemerintah, pihak pasien sendiri menjadi tidak efisien dalam membeli obat.

Sejarah dan Definisi Obat Generik

Obat Generik Berlogo (OGB) diluncurkan pada tahun 1991 oleh pemerintah yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kelas menengah ke bawah akan obat. Jenis obat ini mengacu pada Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) yang merupakan obat esensial untuk penyakit tertentu. Harga obat generik dikendalikan oleh pemerintah untuk menjamin akses masyarakat terhadap obat. Oleh karena itu, sejak tahun 1985 pemerintah menetapkan penggunaan obat generik pada fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah. Mengingat obat merupakan komponen terbesar dalam pelayanan kesehatan, peningkatan pemanfaatan obat generik akan memperluas akses terhadap pelayanan kesehatan terutama bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah (Anonim 1, 2011).

Obat paten adalah obat yang baru ditemukan berdasarkan riset dan memiliki masa paten yang tergantung dari jenis obatnya. Menurut Undang-Undang No. 14 Tahun 2001 tentang Paten, masa berlaku paten di Indonesia adalah 20 tahun. Selama 20 tahun perusahaan farmasi tersebut memiliki hak eksklusif di Indonesia untuk memproduksi obat yang dimaksud, dan perusahaan lain tidak diperkenankan untuk memproduksi dan memasarkan obat serupa. Setelah berhenti masa patennya, obat paten kemudian disebut sebagai obat generik. Obat generik ini dibagi lagi menjadi 2 yaitu generik berlogo dan generik bermerk (branded generic). Sebenarnya tidak ada perbedaan zat aktif pada kedua jenis obat generik ini. Perbedaan hanya terletak pada logo dan merek yang terdapat pada kemasan obat. Obat generik berlogo adalah obat yang umumnya disebut obat generik saja sedangkan obat generik bermerek biasanya menyantumkan perusahaan farmasi yang memproduksinya.

Sebagai contoh perusahaan X-Farm memiliki hak paten atas produk X-Mox® yang memiliki kandungan zat aktif Amoksisilin. Karena hak paten ini, tidak ada obat lain dengan kandungan yang sama di negara-negara yang mengakui paten ini. Jika ada, maka itu merupakan kerjasama khusus dengan X-Farm. Setelah 20 tahun berlalu, paten ini akan kadaluwarsa dan perusahaan-perusahaan farmasi lain baru akan dapat memproduksi obat dengan kandungan yang sama. Walaupun demikian, perusahaan-perusahaan lain tersebut tidak dapat menggunakan merk dagang X-Mox® yang tetap menjadi hak milik eksklusif X-Farm. Perusahaan-perusahaan ini dapat menggunakan nama generik Amlodipine (Obat generik berlogo) atau menggunakan merk sendiri (Obat generik bermerek).

Meskipun Obat generik berlogo da obat generik bermerek sama-sama merupakan obat generik, obat generik bermerek memiliki harga jual yang lebih mahal karena harganya ditentukan oleh kebijakan perusahaan farmasi tersebut sedangkan obat generik berlogo telah ditetapkan harganya oleh pemerintah agar lebih mudah dijangkau masyarakat.

Menurut Permenkes nomor HK.02.02/Menkes/068/I/2010, definisi obat paten adalah obat yang masih memiliki hak paten. Obat Generik adalah obat dengan nama resmi International Non Propietary Names (INN) yang ditetapkan dalam Farmakope Indonesia atau buku standar lainnya untuk zat berkhasiat yang dikandungnya. Obat generik bermerek/bernama dagang adalah obat generik dengan nama dagang yang menggunakan nama milik produsen obat yang bersangkutan.

Arti Logo Generik

Obat Generik Berlogo (OGB) mudah dikenali dari logo lingkaran hijau bergaris-garis putih dengan tulisan “Generik” di bagian tengah lingkaran. Logo tersebut menunjukan bahwa OGB telah lulus uji kualitas, khasiat dan keamanan. Sedangkan garis-garis putih menunjukkan OGB dapat digunakan oleh berbagai lapisan masyarakat.

Kesadaran masyarakat Indonesia akan konsumsi obat generik masih kurang. Hal ini disebabkan masih adanya anggapan bahwa obat generik yang harganya lebih murah tidak berkualitas jika dibandingkan dengan obat bermerek. Konsumsi obat generik di Indonesia paling rendah jika dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya. Di Thailand, konsumsi obat generik mencapai 25% dari penjualan obatnya sedangkan di Malaysia mencapai 20% pada tahun 2007. Sepanjang tahun 2007, penjualan obat generik yang dikonsumsi masyarakat Indonesia hanya mencapai 8,7% dari total penjualan obat (Dinas Kesehatan Jawa Barat, 2009) . Harga obat di Indonesia lebih mahal jika dibandingkan dengan harga obat di negara lain sebab harga obat tersebut termasuk ke dalam biaya distribusi, rumitnya tata niaga obat, pajak pertambahan nilai, dan biaya promosi pada para dokter.
Sebenarnya kualitas obat generik tidak kalah dengan obat bermerek lainnya. Hal ini dikarenakan obat generik juga mengikuti persyaratan dalam Cara Pembutan Obat yang Baik (CPOB) yang dikeluarkan  oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI). Selain itu, obat generik juga harus lulus uji bioavailabilitas/bioekivalensi (BA/BE).  Uji ini dilakukan untuk menjaga mutu obat generik. Studi BE dilakukan untuk membandingkan profil pemaparan sistematik (darah) yang memiliki bentuk tampilan berbeda-beda (tablet, kapsul, sirup, salep, dan sebagainya) dan diberikan melalui rute pemberian yang berbeda-beda. Pengujian BA dilakukan untuk mengetahui kecepatan zat aktif dari produk obat diserap oleh tubuh ke sistem peredaran darah.
Bila kualitas dari obat generik dan obat bermerek dapat dikatakan sebanding, lalu mengapa harga obat generik lebih murah? Hal ini dapat disebabkan karena:
1)    Harga obat generik dikendalikan pemerintah melalu Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.03.01/Menkes/146/I/2010 Tentang Harga Obat Generik.
2)    Obat generik dijual dalam kemasan dengan jumlah besar.
3)    Obat generik tidak memerlukan biaya kemasan yang tinggi. Seperti kita ketahui bahwa perbedaan antara obat bermerek dan obat generik hanya terdapat pada tampilan obat yang lebih menawan dan kemasan yang lebih bagus sehingga terasa lebih istimewa. Obat generik kemasannya dibuat biasa, karena yang terpenting bisa melindungi produk yang ada di dalamnya.
4)    Obat generik tidak memerlukan biaya promosi atau iklan

download Pdf disini

NO BEGADANG… NO BANGUN SIANG !!! 08/04/2010

Posted by joni prayoga in FARMASI & KESEHATAN.
Tags: , , , , ,
4 comments

test…test…1….2….3… lagi nggak ngebahas musik bang…ato ngebahas kehidupan pribadi bang Haji….tapi postingan kali ini ada hubungannya sama Begadang….ther..lhaa….lhuuu…” 🙂

Pada waktu-waktu tertentu, sistem tubuh kita membuang racun didalamnya. bila kita mengenali jadwalnya, kita dapat memaksimalkan pembuangan racun tersebut. Misalnya tidur terlalu malam atau bangun terlalu siang, bisa mengacaukan proses pembuangan zat-zat tidak berguna, selain itu, dari tengah malam hingga pukul 4 dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk memproduksi darah. sebab itu, tidurlah yang nyenyak dan jangan begadang.

nih, jadwal tubuh membuang racun:

1. jam 21.00 – 23.00 malam hari adalah waktu pembuangan zat-zat yang tidak berguna/beracun (detoxin) di bagian sistem antibodi (kelenjar getah bening). selama durasi waktu ini, kita harus dalam suasana tenang atau mendengarkan musik. jangan sibuk bekerja di waktu-waktu ini.

2. jam 23.00 – 01.00 dinihari terjadi proses detoxin dibagian hati yang berlangsung dalam kondisi tidur pulas.

3. jam 01.00 – 03.00 dinihari proses detoxin dibagian empedu, juga berlangsung dalam kondisi tidur.

4. jam 03.00 – 05.00 dini hari terjadi detoxin dibagian paru-paru, sebab itu akan terjadi batuk selama durasi waktu ini. karena proses pembersihan (detoxin) telah mencapai saluran pernafasan, maka tak perlu minum obat batuk agar tidak merintangi proses pembuangan kotoran.

5. pagi pukul 05.00 – 07.00 detoxin dibagian usus besar, harus buang air, jangan ditahan-tahan, kawand!

6. pukul 07.00 – 09.00 pagi : waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, jadi harus makan pagi ato sarapan.
bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pukul 06.30
makan pagi sebelum pukul 07.30 sangat baik untuk kesehatan.

Jadi….jangan begadang….ato bangun kesiangan kawand… !!! 😀

(Sumber : kaskus.us)

Tips Cepat Membedakan DEMAM (Biasa) vs DEMAM (Berdarah)… 02/03/2010

Posted by joni prayoga in FARMASI & KESEHATAN.
Tags: , , , , , , ,
14 comments

Demam merupakan penyakit yang sangat familiar bagi semua orang, biasanya disebut dengan PANAS (Bukan Paket Nasi…!!!).Walaupun sebenarnya panas bukanlah penyakit itu sendiri tapi panas biasanya adalah tanda bahwa sesuatu sedang terjadi didalam tubuh kita. Biasanya seseorang dikatakan panas bila suhu tubuhnya melebihi batas normal atau diatas 36’C atau 37’C.

Nah, ada persamaan antara Demam biasa dengan Bukan Demam Biasa (Kaya’ Afgan aja yach…hehe)…yaitu sama-sama mengalami peningkatan suhu tubuh (Ya iyalah,,,kalau peningkatan berat badan namanya GembuL !!!). Tapi tentu aja kita semua nggak mau seandainya kita cuma Demam biasa, eh malah repot-repot pergi ke Dokter, apalagi kalo misalnya Dokternya iseng (maaf pak dokter…bukan menuduh, tapi ‘misalnya’…) dan merekomendasikan untuk cek darah..sudah dipastikan anda akan menderita Demam amat teramat biasa komplikasi kantong kering..hehe…Atau malah sebaliknya, sebenarnya kita demam berdarah atau demam thypoid (tifus), eh malah bersantai ria tidur dirumah menonton tv sambil menikmati secangkir susu hangat dan roti buaya menunggu ajal menjemput… S T O P …nggak mau semua itu terjadi bukan???

Nah, maka sangatlah penting mengenali demam yang kita hadapi untuk pengatasan yang tepat…

..tips dibawah ini didasarkan dari pengalaman empiris dari penulis, ketepatannya mendekati 99,9999…dst% menjauhi 0,0%, wajib dipercaya walaupun wajah penulis sulit dipercaya..aaahhhh….pokoknya baca dulu deh, nggak nyesel…kalau anda tidak percaya uang BACA kembali  🙂

Bila suatu saat di suatu tempat  tiba-tiba tubuh kita terasa demam (panas) kadang terasa panas-dingin; dingin-panas kemudian badan lemas dan kepala mulai berkunang-kunang, mulailah dengan banyak meminum air putih (kalau bisa yang hangat; disarankan jangan yg mendidih… hehehe) dan banyak juga buang air kecil (pipis), karena ini akan membantu sirkulasi kelebihan kalor di dalam tubuh kita.

Kemudian mulailah menggunakan pakaian yang tertutup dan berbahan dasar tebal, serta berbaringlah dengan memakai selimut sampai anda berkeringat sangat banyak (diimbangi dengan minum juga ya? kalo engga dijamin anda pingsan,,hehe)

Terakhir, bila anda kurang percaya dengan langkah ringan diatas, bisa juga anda meminum obat penurun panas dengan kandungan Parasetamol ataupun Ibuprofen, kemudian kembali ulangi langkah pertama dan kedua diatas…Lalu mulailah tertidur dan masuki alam mimpi anda, lebih cepat lebih dalam….(Rommy Rafael bangets,,hehe)

Nah bila anda terbangun dengan keringat yang menjadi-jadi dan bau yang amit-amit jabang bayi..jangan berkecil hati karena keringat saya lebih bau,,,lho? ….Saat terbangun, cobalah cek suhu tubuh anda, bila menurun maka selamat…anda hanya menderita demam biasa, banyaklah beristirahat dua atau tiga hari lagi anda akan sembuh. Tapi kalo suhu anda tetap tinggi ataupun masih hangat-hangat tai ayam maka segeralah berkonsultasi dan berobat ke Rumah Sakit Jiwa terdekat…wooooooooooit….ke Dokter terdekat maksudnya mybro….

Okay Dech….Saya bukan dokter…saya juga bukan mantri….tapi mungkin tips diatas bisa membantu kawand-kawand yg sedang putus cinta….hihihihi….. 🙂

JAGA KESEHATAN MY BRO…!!!