jump to navigation

“SWASTI RAHINA SARASWATI…” 27/02/2010

Posted by joni prayoga in Uncategorized.
Tags: , , , ,
8 comments

Om Swastiastu,

Hari ini, seluruh umat Hindu merayakan datangnya Hari Ilmu Pengatahuan, yaitu Rahina Saraswati (Hari Raya Saraswati). Hari Suci ini dirayakan tiap 210 hari atau tiap enam bulan sekali, tepatnya setiap hari Sabtu Umanis wuku Watugunung. Pada rahina ini dilakukan pemujaan terhadap Dewi Saraswati yang merupakan Dewi Ilmu Pengetahuan dan Seni dengan membersihkan, mengumpulkan, kemudian menghaturkan pustaka-pustaka, lontar-lontar, buku-buku dan alat-alat tulis menulis yang mengandung ajaran atau berguna untuk ajaran-ajaran agama, kesusilaan dan sebagainya pada suatu tempat, di pura, di pemerajan atau di dalam bilik untuk diupacarai.

Sehari setelah hari Saraswati disebut hari Banyupinaruh, pada saat ini umat melakukan penyucian diri dengan cara mandi kelaut, ke sungai atau mandi dengan “air kumkuman” (air dicampur dengam berbagai jenis bunga) setelah menyucikan diri dilanjutkan dengan sembahyang memuja Dewi Saraswati memohon anugrah berupa kaweruhan/kepandaian.

Dalam legenda digambarkan bahwa Saraswati adalah Dewi/ lstri Brahma. Saraswati adalah Dewi pelindung/ pelimpah pengetahuan, kesadaran (widya), dan sastra. Berkat anugerah dewi Saraswati, kita menjadi manusia yang beradab dan berkebudayaan

Dewi Saraswati (सरस्वती; sarasvatī) adalah salah satu dari tiga Dewi utama dalam Agama Hindu, dua yang lainnya adalah Dewi Sri (Laksmi) dan Dewi Uma (Durga). Saraswati adalah Sakti (istri) dari Dewa Brahma, Dewa Pencipta. Saraswati berasal dari akar kata sr yang berarti mengalir. Dalam Regweda V.75.3, Saraswati juga disebut sebagai Dewi Sungai, disamping Gangga, Yamuna, Susoma dan yang lainnya.

Dewi Saraswati digambarkan sebagai sosok wanita cantik, dengan kulit halus dan bersih, merupakan perlambang bahwa ilmu pengetahuan suci akan memberikan keindahan dalam diri. Dewi Ilmu Pengetahuan ini tampak berpakaian dengan dominasi warna putih, terkesan sopan, menunjukan bahwa pengetahuan suci akan membawa para pelajar pada kesahajaan. Saraswati dapat digambarkan duduk atau berdiri diatas bunga teratai, dan juga terdapat angsa yang merupakan wahana atau kendaraan suci darinya, yang mana semua itu merupakan simbol dari kebenaran sejati. Selain itu, dalam penggambaran sering juga terlukis burung merak

Dewi Saraswati digambarkan memiliki empat lengan yang melambangkan empat aspek kepribadian manusia dalam mempelajari ilmu pengetahuan: pikiran, intelektual, waspada (mawas diri) dan ego. Di masing-masing lengan tergenggam empat benda yang berbeda, yaitu:

  • Lontar (Buku) adalah kitab suci Weda, yang melambangkan pengetahuan universal, abadi, dan ilmu sejati.
  • Ganitri (Tasbih) yang melambangkan kekuatan meditasi dan pengetahuan spiritual.
  • Wina (Kecapi) merupakan alat musik yang melambangkan kesempurnaan seni dan ilmu pengetahuan.
  • Damaru (kendang kecil).

Angsa merupakan simbol yang sangat populer yang berkaitan erat dengan Saraswati sebagai wahana (kendaraan suci). Angsa juga melambangkan penguasaan atas Wiweka (daya nalar) dan Wairagya yang sempurna, memiliki kemampuan memilah susu di antara lumpur,  memilah antara yang baik dan yang buruk. Angsa berenang di air tanpa membasahi bulu-bulunya, yang memiliki filosofi bahwa seseorang yang bijaksana dalam menjalani kehidupan layaknya orang biasa tanpa terbawa arus keduniawian.

Selain angsa, juga sering terdapat Merak dalam penggambaran Dewi Saraswati, yang mana adalah simbol dari kesombongan, kebanggaan semu, sebab merak sesekali waktu mengembangkan bulu-bulunya yang indah namun bukan keindahan yang abadi.

OKaiLaH teman-teman,,, jangan pernah ada kata berhenti untuk menuntut iLmu seperti kata pepatah “Long Live Learning…”

” Swasti Rahina Saraswati untuk semeton yang merayakan….