jump to navigation

BOBO (masih) Teman Bermain dan Belajar… 06/12/2011

Posted by joni prayoga in ISENG tak BERHADIAH.
Tags: , , , , ,
5 comments

Waktu terasa cepat sekali berjalan, gak percaya juga hari ini udah memasuki bulan terakhir tahun 2011. Kayaknya baru kemarin orang-orang ramai merayakan ‘dunia memasuki tahun 2000’ atau Milenium. Yak, dan si Milenium ini juga yang menggiring kita semua untuk menikmati dunia ‘serba digital’. Jujur saja, saya pun salah satu makhluk digital, seperti kebanyakan orang suka mengikuti perkembangan dunia lewat gadget, baik berselancar di website ataupun hanya melalui jejaring sosial macam facebook atau twiter. Nah, kemarin saat berada di ruang tunggu salah satu apotek, saya dihampiri mas-mas loper koran, disini terlihat majalah yang sudah lama sekali saya tinggalkan, Majalah BOBO. Seakan memori saya terjerumus, dan terperosok kembali menuju beberapa tahun yg lalu, dimana bapak selalu membelikan majalah BOBO saat pulang dari pasar, kemudian saya dan kakak bareng-bareng majalah berlogo kelinci ini (bukan playboy lho 🙂 ), terkadang kami bertengkar gara-gara memperebutkan bonus majalah ini. Untuk memperingati masa-masa indah bersama majalah BOBO, boleh dong saya posting sejarahnya?

SEJARAH MAJALAH BOBO

Majalah Bobo adalah versi lain dari aslinya, yang berasal dari Belanda. Edisi bahasa Indonesianya diterbitkan sekali dalam seminggu, oleh Kelompok Kompas Gramedia. Sementara di Belanda sendiri, majalah Bobo diterbitkan dua minggu sekali oleh penerbit Malmberg. Majalah Bobo memiliki slogan, “Teman Bermain dan Belajar”, karena bertujuan untuk memberi didikan melalui bacaan yang seru untuk dibaca oleh anak-anak, sambil diajak untuk bermain. Simbol dari Majalah Bobo, yaitu tokoh seekor kelinci berwarna biru, bernama Bobo, yang selalu mengenakan kaos berwarna merah berhuruf B, dan celana biru.

Majalah Bobo terbit pertama kali pada tanggal 14 April 1973. Cikal bakal majalah ini adalah halaman anak-anak di Harian Kompas. Atas prakarsa Bapak PK Ojong bersama Bapak Jakob Utama, pendiri Kompas, halaman anak-anak ini dikembangkan menjadi majalah anak-anak. Bekerja sama dengan Majalah Bobo Belanda, pengasuh halaman anak-anak Kompas kemudian membuat Majalah Bobo Indonesia. Pada mulanya Majalah Bobo terdiri dari 16 halaman kertas koran. Majalah Bobo adalah majalah anak-anak pertama yang berwarna di Indonesia. Sebagian isinya berasal dari bahan-bahan di Majalah Bobo Belanda yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Sebagiannya lagi meneruskan rubrik dari halaman anak-anak Kompas. Bapak Adi Subrata dan Ibu Tineke Latumeten lah yang pertama-tama mengasuh majalah anak-anak ini. Kini isi Majalah Bobo seluruhnya dibuat dan dikerjakan oleh staf redaksi Bobo Indonesia. Isi dan penampilannya pun semakin bervariasi. Hanya nama dan karakter tokohnya tetap Bobo.

Keluarga BOBO

Dalam cerpen satu halamab BOBO yang selalu tampil berwarna dalam majalah ini tersaji cerita sehari-hari pengalaman keluarga BOBO yang kerap memberikan pesan moral bagi pembacanya. Selain BOBO, ada orang tuanya yaitu Emak dan Bapak yang bijaksana dan mengajarkan mengenai hal-hal baik dalam kehidupan dan memberi nasehat apabila keliru. Adik BOBO adalah Coreng, Upik dan Cimut. Tokoh lainnya adalah Paman Gembul yang suka makanan manis, Bibi Tutup Pintu yang ingin agar semua pintu selalu tertutup dan Bibi Titi Teliti yang senang memperhatikan hal detail. Selain itu sepupu BOBO yaitu Tut-tut yang suka kereta api dan temannya Doni.

Rubrik dalam majalah BOBO

Sesuai slogannya, dalam majalah bobo ada rubrik yang berhubungan dengan pelajaran di sekolah, khususnya kelas I – VI SD, dan ada juga yang berisi permainan maupun hiburan yang mendidik. Berikut ini adalah beberapa rubrik mendidik:

  • Our English Page : Pelajaran Bahasa Inggris yang disesuaikan untuk anak SD
  • Pengetahuan : Untuk memperluas wawasan pembaca akan kejadian sehari-hari maupun alam.
  • Ensiklobobo : Berisi ensiklopedia hewan, tumbuhan, situs bersejarah, dan lain-lain.

 Dari pembaca

Majalah BOBO juga mendidik pembacanya dengan menghadirkan rubrik yang ditulis pembacanya:

  • Apa Kabar Bo? : Berisi surat pembaca yang dialamatkan ke redaksi majalah BOBO untuk menanyakan segala persoalan seputar anak dan majalah BOBO
  • Arena Kecil : Berisi cerita yang dikirim pembaca berupa pengalaman sehari-hari yang bermakna.
  • Tak Disangka : Berisi cerita yang dikirim pembaca berupa pengalaman unik atau lucu.

Perkembangan Majalah BOBO

Seiring perkembangan jaman, kini cerita, gambar ataupun rubrik dalam majalah BOBO banyak juga membahas seputar ABG. Tokoh-tokoh yang dibahas pun seringkali artis-artis yang sedang menjadi idola remaja.

Kalau boleh jujur, kejadian kemarin menyadarkan saya yang sudah melupakan seorang teman dari beberapa belas tahun lalu, yang banyak mengajarkan membaca, belajar, hingga memberi hiburan tersendiri. Dan teman ini ternyata masih ada hingga sekarang, namun sayangnya terlupakan karena si pembaca sudah beranjak remaja ataupun dewasa. Yak, mudah-mudahan majalah seperti ini akan tetap eksis, dan tetap setia mengajarkan anak-anak segala hal yang baik, ditengah rasa pesimistis saya akibat berkembangnya dunia digital ataupun permainan anak-anak yang makin canggih.

“Regenerasi terus berjalan, kita beranjak menua, tapi BOBO tetap abadi di neverland untuk mengajarkan anak-anak kita kelak, semoga saja… Thanks BOBO :’) “

 

Gabung Fan Page Majalah BOBO via Facebook :  Disini
Sumber:

http://www.anneahira.com/majalah-bobo.htm

http://jalanan-kehidupan.blogspot.com/2010/10/majalah-bobo-edisi-pertama.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Majalah_Bobo

Iklan

Ade Jujun, Jualan Keripik 5 Hari Tidak Pulang (Kisah Nyata Anak Jalanan) 07/04/2010

Posted by joni prayoga in Uncategorized.
Tags: , , , , , , , , , ,
14 comments

Sore hari pulang main FutsaL, cape banget tapi sempet-sempetin juga nih browsing sambil ngintipin HOT THREADS di kaskus.us… trus ketemu sama POST-ingan kaskuser ber-initial  jazz. (UserID: 1006321) tentang pengalamannya bertemu seorang anak penjual keripik keliling bernama Ade Jujun. Sedih dan mengharukan banget kawand…saya yang membaca saja sampai menitikan air mata, apalagi beliau yang merasakan langsung…

Bukan maksRud pengen kopi-pasteee  karya orang kawand…tapi saya cuma ingin menyampaikan pengalaman berharga saudara Jazz dan temen-temen yang koment disana…bahwa seharusnya sebagai manusia kita wajib mensyukuri apa yang kita punya sekarang dan jangan cuma melihat ke atas saja tapi wajib hukumnya melihat ke bawah, menyadari bahwa masih ada saudara-saudara yang hidupnya tak seberuntung kita…langsung aja teman-teman…jangan lupa ambil tissue kalian…selamat membaca Kisah Ade Jujun oleh jazz ‘kaskuser’ :

=================================================================================

anak jalanan juga bagian nyata dari kita !

Juragan, saya curhat sedikit boleh yah? disimak boleh, ngga juga gapapa.

saya baru nyampe kosan nih, gan. baru habis keluar ke daerah dago. waktu nongkrong di Circle K, ada anak kecil datengin saya, gan.“a’, mau beli keripik?” saya liatin aja, trus dianya langsung noleh mau pergi. saya panggil sambil nanya, “itu keripik apa?”, trus dia dateng cuma ngeliatin keripik yang ada dalem keranjangnya. “ini berapaan?” saya nanya, dia jawab “2500, a’..”. singkat cerita saya beli keripik singkongnya, trus ajak duduk sambil cerita2.

lama saya ngobrolnya, gan. sejam lebih. (padahal ntar saya UTS akuntansi biaya). dari obrolan saya dengan dia, berikut informasi yang saya dapatkan..
:: namanya Ade Jujun, kelas 5 SD.
:: jualan keripik dari kelas 1 SD.
:: Bapak Ibunya tukang cuci.
:: waktu dia kelas 1 SD, kakaknya meninggal karena usus buntu.
:: alm. kakaknya, dulunya jualan keripik juga, trus dia yang lanjutin (sejak kelas 1 SD).
:: terakhir makan jam 6 sore (ngobrolnya sekitar jam 12 malam.)
:: tinggal di Ciparay, Majalaya.
:: udah 5 hari belum ga pulang kerumah. (ama hari ini kayanya 6 hari).
:: kalo mau jualan, naik angkot dengan ongkos PP 40rb.
:: sekali perjalanan angkot, kalo lancar ngabisin waktu 3 jam.
:: tidurnya jam 6 pagi, dibawah fly over, dago. bangunnya jam 8.
:: tentang cita2, awalnya dia bilang mau ikut idola cilik. trus kalo gedenya pengen jadi tentara.
:: saya bilang ke dia ” jadi tentara susah.. mahal.. gimana dong?” dia jawab,konglongmerat, jadi konglongmerat aja..
:: “jadi konglongmerat? jadi konglongmerat mah cuma punya duit banyak doang..” dia diem..
:: “oke, gini deh. kamu kalo punya duit banyak mau ngapain?” dia jawab “bahagiain orang tua..”
:: (saddest part) “gimana kamu mau bahagiain Bapak Ibu kamu?”, jawabannya “mau beliin mamah baju yang bagus, papah juga baju yang bagus.”
:: hanya akan pulang ke rumah kalau dagangan habis.
:: berangkat jualan dengan modal 50rb dari orang tuanya.
:: sisa duit dikantong 8000 rupiah setelah saya beli keripik.
:: sekarang lagi liburan sekolah.
:: kadang2 main bola ama anak2 yang lain dibawah fly over.

sisanya saya rada lupa, gan. kalo ingat saya pasti update.
yang saya ingat cuma satu, gan. dia ga pernah ga senyum.

sedih banget saya, gan. mau nangis, tapi susah rasanya. saya juga bingung, kok bisa yah? ada orang yang bisa hidup enak, ga pernah kekurangan makanan, tidur nyenyak dikasur yang nyaman, tanpa melakukan apa yang dilakukan Ade Jujun?

doa saya, semoga KITA SEMUA bisa lebih mensyukuri apa yang sudah digratiskan Tuhan kepada kita. menurut saya ujian dan nikmat seharusnya mendapatkan rasa syukur yang sama. kata orang pintar, tanpa ujian kita tidak akan menjadi lebih hebat.

di perpisahan saya dengan Ade Jujun, saya sangat menyesal dan merasa berdosa karena ga berani ngasih duit. menurut saya, saya hanya akan mengajarkan meminta-minta ke dia. saya ga mau dia menjadi orang yang seperti itu.

saya hanya bisa membeli sebungkus keripik (2500) dan ngasih bekal roti dan minuman buat besok dia sarapan. ngga tega, gan. baru kepikiran saya, kenapa ga saya beli semua aja keripiknya biar dia pulang? padahal saya tau dia ga bisa pulang kalo keripiknya belum habis. sedih saya liat senyumnya waktu saya ninggalin dia (sekarang udah nangis). dia ga berhenti ngelambaikan tangan sambil senyum. aduh, ga kuat euy. saya sadar, ga ada perubahan di hari2 dia besok dengan apa yang saya kasih. ga ada.

kalo boleh nitip pesan, saya mau kita semua lebih merhatiin orang2 seperti Ade Jujun ini. kita semua mungkin tahu “mereka” masih kurang mendapat perhatian dari kita dan pemerintah.

sekian aja yah, gan? ternyata ga hanya ada dikisah lagu Sore Tugu Pancoran, saya mengalami langsung kejadian ini. semoga Allah menjaga Ade Jujun dan mereka yang bernasib sama. saya sangat berharap sekali bisa kembali bertemu Ade Jujun. saya janji, kalo ketemu lagi saya usahain keripiknya laku bair dia pulang. kalo ada duit saya beli, kalo apes ga ada saya bantu jualin.

nah..
:x: TS tinggalnya di daerah Gegerkalong, gan..
:x: Ade Jujun jalannya di daerah Dago.
:x: rumahnya di Ciparay, ada di bagian kanan bawah peta.. jauh gan..


(yang lupa saya tulis)

:: waktu awal2 saya ngobrol, temen saya bawain minuman green tea botol, lupa merknya, setelah saya bukain, langsung abis tuh minuman. minumnya ampe ngucur2 ke dagu, gan.. hehehehe.

:: dia pernah diangkut petugas gitu deh gan, dibawa ke polsek. kata dia “ama komandan disuruh lepasin, trus dilarang jualan di jalanan.” (ane jadi bingung tuh polisi ga mikir yah? dia bakal jualan dimana lagi kalo ga dijalanan?)

:: waktu TS ajak masuk ke dalam Circle K, Ade Jujun ga mau masuk sambil nunjukin sepatu. dia malu. (kasian saya liat di gitu, gan..)

:: berikutnya Ade Jujun malah buka sepatu dulu sebelum masuk Circle K. (makin kasian, saya langsung rangkul Ade Jujun kedalam.

:: waktu saya suruh milih roti, “kamu pilih roti yang kamu mau, ga usah liat harganya yah?”. dia ngambil roti Mocca dari Sari Roti. setelah saya perhatiin, itu yang paling murah.

:: saya suruh dia milih lagi 2 roti yang dia mau, Ade Jujun mundur selangkah sambil menggelengkan kepala trus ngomong “udah a’..”. karena buru2, saya langsung pilihin aja roti cokelat dan keju. “suka cokelat ama keju kan?”, dijawab ama senyuman. (tenang banget hati saya keinget senyuman dia)

:: di cashier, saya tawarin minuman, kembali dengan cara yang sama, Ade Jujun mundur selangkah sambil menggelengkan kepala..

:: saya tarik ke kulkas Circle K, dia ga mau ngambil.. saya paksa, tetep gamau.. saya tanyain suka jeruk apa ngga, dia ngangguk. saya ambilin pulpy.. “gapapa dingin?”, dia ngangguk sambil senyum..

:: pesan TS kepada Ade Jun setelah jajan bareng Ade Jujun.. “kalau misalnya nanti suatu saat kamu nanti udah gabisa lagi jualan keripik, jangan meminta-minta yah.. ingat pesen aa’!”

:: “selain nyuci bapak ga pernah kerja yang lain kaya nyupir angkot ato kuli bangunan?”, saya nanya.“ngojek. papah nyuci, ngojek juga” kata Ade Jujun..

:: saya sempat nanya “kamu ga capek?”, dia jawab sambil nyengir “capeek, hehehe..”

::sejak hari rabu, keripik yag dibawa Ade Jujun ada 6 bungkus. 5 bungkus yang harga 2500 dan 1 bungkus yang harga 5000
sejak hari rabu, baru laku 1..

:: saya nanya untung kamu dimana kalo kaya gitu? (gap ongkos dan untung jualan udah ga masuk akal) dia cuma diem dan senyum.

:: saya sempat jadi suudzon ke orang tuanya.. pikiran jahat saya, orang tuanya hanya membiarkan anaknya hidup dijalan dengan bekal beberapa bungkus keripik dan uang 50 rb sewaktu berangkat, dengan tujuan agar si Ade Jujun ga merasakan susahnya keadaan rumah.. atau mungkin biar orang tuanya ga perlu biayain. (ini pikiran ane yang paling negatif kemarin malam).

:: kata Ade Jujun, dia juga ada yang malakin sekitar 10rb dekat jalan rel kereta. (sumpah ini yang malakin tega bener)

:: ADE JUJUN ITU COWOK,GAN.. MAAF, SAYA LUPA SHARE..

=============================================================================

Sekian POST-ingan saya hari ini kawand….

Saya bukan penjiplak, ataupun plagiat, saya cuman orang yang ingin membagi cerita seorang sahabat yang memiliki makna sangat besar…Bagi yang ingin melihat versi aslinya bisa klik (D I S I N I)

Trims uda membaca kawand…saya udah nggak kuat lagi…semoga kisah nyata ini bisa menyadarkan semua orang di Negara Indonesia ini….

……………………
.. … … … … … … … .„–~–„
… … … … … … … ../:.:.:.:.:.|
… … … … … … … .|;.;.;.;.;.;/… …
… … … … ._„„„„„„„_.);.;.;.;.;.|…… …… …… …
… … … „-“:.:.:.:.:.:.”~-„;.;.;.;|…… … … …
… … .. (_„„„„„„—„„_:.:. );.;.;..”„
… … „-“:.:.:.:.:.:.:.:””-„/;.;.;.;.;.”„
… .. (:.___„„„„„„„„„___);.;.;.;.;.;.;.|
… .. /””:.:.:.:.:.:.:.:¯””\;.;.;.;.;.;.„”
… . \:.__„„„„„„„„„„„„„„__/;;;;;;;;;;;/\
… .. \.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.);;;;;;;;;;/:::\
… … . \„„„„—~~~;;;;;;;;;;;;;„”:::::::\
… … … . “””~~–„„„„„„„„„„„-“::::::::::::\
… … … … … … \:::::::::::::::::::::::::\