jump to navigation

Nonton Highlights & Full Matches Pertandingan Sepakbola 28/12/2013

Posted by joni prayoga in SEPAKBOLA.
Tags: , , , , ,
2 comments

Sebelumnya saya pernah posting tentang www.mysoccerplace.net , web yang menyediakan layanan nonton highlights pertandingan sepakbola. Tapi akhir-akhir ini saya lihat web tersebut belum diupdate, pertandingan terakhir masih Almeria vs Real Madrid (23 November 2013). Karena ingin melihat highlight pertandingan klub kesayangan, Manchester United 😀 , akhirnya saya googling dan ketemu web yang cukup bagus dalam menyediakan pertandingan sepakbola, baik highlights ataupun full matches. Yap, web tersebut http://www.livefootballvideo.com.

Klik disini untuk menonton Highlights atau Full Matches.

Berikut penampakan web tersebut :

highlist1

Ini Highlights pertandingan Manchester United yang saya cari hehe… 😀

highlist2

TIPS: Agar dapat download video pertandingan tersebut, pastikan teman-teman sudah install Internet Download Manager (IDM) terlebih dahulu. Semoga postingan kali ini membantu dan selamat menonton pertandingan bola klub kesayangan teman-teman… 😉

Maskot Piala Dunia dari Masa ke Masa 04/07/2010

Posted by joni prayoga in SEPAKBOLA.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , ,
4 comments

Piala Dunia dan Maskot, adalah dua hal yang gak bisa dipisahkan satu sama lain… Maskot gak bakal ada kalo gak ada Piala Dunia (ya iyalah…) dan Piala Dunia gak akan berlangsung tanpa adanya Maskot (ah masa ya?…sotoy abis…he). Maskot PD ini adalah perwujudan yang menggambarkan identitas dari si-negara penyelenggara turnamen. Bayangkan deh, kalo Indonesia jadi tuan rumah, pasti logonya Garuda…kereeen…ato mungkin Si-Unyil, ato bisa jadi Si-Komo?yah…sayangnya itu cuma harapan yang tak kunjung terealisasi..

Sebenarnya dari kapan sih trend maskot Piala Dunia berlangsung? nie dia sejarahnya bung….

1. Inggris 1966 – World Cup Willy

Seekor Singa yang merupakan simbol tipikal dari Kerajaan Inggris mengenakan kaos Union Jack dengan kata “WORLD CUP”. Willy juga menjadi subyek dari lagu Piala Dunia saat itu dan penjualan merchandise yang tidak terhitung jumlahnya, dan berhasil mendampingi The Three Lion memenangkan Pialaa Dunia untuk pertama kalinya.

2. Meksiko 1970 – Juanito

Seorang anak laki-laki mengenakan seragam Meksiko dan sebuah topi Sombrero (dengan kata-kata “MEXICO 70”). Namanya merupakan nama kecil dari “Juan”, sebuah nama umum dalam bahasa Spanyol.

3. Jerman Barat 1974 – Tip and Tap

Dua anak laki-laki menggunakan seragam Jerman yang bertuliskan WM yang berarti weltmeisterschaft/piala dunia dan angka 74 yang menunjukkan tahun 1974. Jerman saat itu keluar sebagai juara dengan mengalahkan Belanda di final.

4. Argentina 1978 – Gauchito

Lagi-lagi anak kecil, itulah yang terjadi saat maskot Piala Dunia Argentina ’78 diluncurkan. Tidak jauh berbeda dengan Maskot Meskiko, Juanito di tahun 1970, Gauchito juga memakai kostum Timnas tuan rumah, yaitu biru putih khas Argentina dengan topi bertuliskan Argentina ‘78. Aksesoris syal dan cambuk yang menjadi khas gauchos sangat mewakili wilayah Amerika Selatan.

5. Spanyol 1982 – Naranjito

Berbeda dengan maskot Piala Dunia tahun sebelumnya, Spanyol menggunakan sebuah jeruk yang merupakan buah khas di negara matador sebagai maskot. Ia memakai seragam Spanyol. Nama Naranjito berasal dari kata Naranja yang berarti bahasa Spanyol dari jeruk dan Ito yang berarti pengecil.

6. Pique, Meksiko 1986

Bila pada tahun 1970 Meksiko memakai Juanito, maka pada 1986 cabai jalapeno menjadi pilihan Meksiko. Jalapeno merupakan bahan wajib untuk kebanyakan masakan Meksiko dengan memakai kumis. Maskot Meksiko kali ini juga mengenakan sombrero. Nama Pique berasal dari picante, sebutan dalam bahasa Spanyol untuk paprika dan saus pedas.

7. Italia 1990 – Ciao

Negeri Pizza memakai seorang pemain stick figure (batang-batang yang tersusun menyerupai pemain bola) dengan kepala bola dan tubuhnya bewarna bendera Italia. Namanya merupakan sapaan dalam bahasa Italia.

8. United States 1994 – Striker

United States memilih Maskot berupa seekor anjing, yang merupakan binatang peliharaan yang populer di Amerika Serikat. Dengan memakai seragam berwarna merah, putih dan biru bertuliskan USA 94, Amerika memberi nama maskot mereka Striker.

9. Prancis 1998 – Footix

Seekor ayam jantan, salah satu simbol nasional Prancis, dengan kata-kata France 98 di dadanya menjadi maskot yang mewakili Piala Dunia 1998 di Prancis. Tubuhnya sebagian besar berwarna biru seperti kostum Timnas Prancis yang juga berwarna biru. Namanya berasal dari penggabungan kata “football” dan akhiran “-ix” yang diambil dari kata Asterix, komik strip yang terkenal terbitan Prancis. Sebelumnya nama “Raffy”, ‘Houpi” dan “Gallik” sempat diusulkan, namun nama Footix lebih disukai karena memberi keberuntungan, terbukti Prancis keluar menjadi juara Piala DUnia setelah secara mengejutkan berhasil membantai Brazil 3-0 di final.

10. Korea Japan 2002 – Ato, Kaz and Nik (The Spheriks)


Negeri Ginseng dan Samurai terkenal dengan teknologiny, begitu juga dengan maskot yang dihasilkan dari rekayasa komputer dengan warna orange, ungu dan biru yang sungguh futuristik. Mereka adalah anggota tim dari “Atmoball” (olahraga sepak bola fiksi), Ato adalah pelatih sementara KAZ dan Nik adalah pemain. Tiga nama dari masing-masing karakter dipilih dari polling pengguna Internet dan di outlet McDonald di negara-negara tuan rumah.

11.Jerman 2006 – Goleo VI dan Pille

Singa kembali menjadi Maskot Piala Dunia pilihan kali ini. Di tahun 2006, Jerman menggunakan Maskot singa yang mengenakan kostum Jerman dengan nomor 06 dan diberi nama Pille. Goleo adalah gabungan dari kata “goal” dan “leo”, kata Latin untuk singa. Di Jerman, “Pille” adalah istilah bahasa sehari-hari untuk sepak bola.

12. Afrika Selatan 2010 – Zakumi

Zakumi adalah nama maskot Piala Dunia 2010 yang akan digelar di Afrika Selatan. Zakumi adalah seekor macan tutul dengan rambut nyentrik berwarna hijau, Zakumi lahir tanggal 16 Juni 1994 yang bertepatan dengan hari pemuda di Afrika Selatan. Pada tahun 2010 Zakumi akan berusia 16 tahun, yang akan dirayakan secara global dengan tajuk piala dunia 2010. Arti dari nama Zakumi amat dalam yaitu persatuan Afrika Selatan. Nama Zakumi berasal dari kata “Za”, kode untuk Afrika Selatan, dan “kumi”, sebuah kata yang berarti sepuluh dalam berbagai bahasa Afrika. Zakumi mengenakan kostum hijau dan kuning (emas), yang juga menjadi warna dominasi seragam tim Afrika Selatan

sumber :
www.gugling.com
www.seputar-pialadunia.co.cc
www.wikipedia.org

RonaLdo (vs) Messi 12/04/2010

Posted by joni prayoga in SEPAKBOLA.
Tags: , , , , , ,
26 comments

Siapa yang tak kenal Christiano Ronaldo atau Lionel Messi? Sama-sama penyerang, cepat dan memiliki naluri tajam dalam mencetak GOAL!!! Sebuah studi yang dilakukan oleh Fakultas Ilmu Olah Raga dari Universitas Coruna Spanyol terhadap dua pemain terbaik dunia ini, dan kesimpulannya menyebutkan Ronaldo lebih individualis ketimbang Messi. KOK BISA boSS…???

Ketua penelitian Rafael Martin Steel menyebutkan lebih dari 80 persen umpan yang dilakukan para pemain Barcelona melibatkan Messi, 22 tahun. Sementara dalam kasus Ronaldo, kapten Tim Nasional Portugal itu hanya terlibat 60 persen dalam passingantar sesama pemain Real Madrid. Menurut data tersebut, terlihat bahwa Ronaldo, 25 tahun, lebih individualistis daripada Messi yang terlihat lebih kolektif.

Keterlibatan dua pemain terbaik dunia itu dalam soal umpan dinilai Rafael, karena Madrid dan Barcelona menganut permainan penyerang. Sehingga bola cenderung mengalir dan melibatkan kedua pemain berpengaruh ditimnya masing-masing itu.

Menurut Rafael, dua tim besar Spanyol itu memliki ketergantungan terhadap mereka. Mereka bintang, mereka dapat mengejutkan dunia perihal kecepatan, pengontrolan bola dan menjelma menjadi “senjata” andalan kedua tim.

Data lain dari penelitian itu juga menyebutkan, keduanya bergerak dengan kecepatan  5,07 meter per detik. Namun perbedaannya Messi menggiring (atau menyentuh) bola (dribbling) lebih banyak ketimbang Ronaldo.

Frekuensi Ronaldo menyentuh bola kala driblling lebih sedikit, karena mantan pemain Manchester United ini cenderung mendorong bola ke depan dan mengandalkan kecepatan larinya.

Jika menghadapi situasi bola mati, kecepatan tendangan Ronaldo lebih unggul dibanding Messi.

Menurut data penelitian itu, kecepatan tendangan Ronaldo mencapai 119 kilometer per jam, sementara Messi hanya 95 kilometer per jam.

Namun penelitian itu tidak mencantumkan “cacat” pemain sekelas Ronaldo dan Messi. “Kami belum mencari. Tapi sangat sulit menemukannya,” kata Rafael yang mengatakan keduanya sama-sama baik.

Penelitian dilakukan melalui pengolahan data yang disediakan oleh perusahaan sepak bola statistik terapan dan pengambilan gambar untuk menilai kedua pemain di lapangan

Nah, bagaimana menurut kalian kawand? Apa udah pantas seorang Lionel Messi mengalahkan Ronaldo jadi pemain terbaik Dunia…? 😀

SUMBER : astaga.com

SEJARAH KARTU KUNING & MERAH 12/04/2010

Posted by joni prayoga in SEPAKBOLA.
Tags: , , , , , , ,
14 comments

Dalam sepakbola, tak jarang kita melihat seorang pemain dihadiahi kartu merah (bukan angpau lho…) ato karu kuning (Nah,,yang ini bukan ASKES pula,,hihihihi…). Sebenarnya kapan sieh kartu merah itu diperkenalkan kepada dunia persepakbolaan??? Jawabannya: “Kartu merah dan kuning baru diperkenalkan di Piala Dunia 1970.”


Namun, inspirasinya muncul pada Piala Dunia 1966. Pada perempat final antara tuan rumah Inggris lawan Argentina. Wasit yang memimpin pertandingan itu berasal dari Jerman, yakni Rudolf Kreitlein.

Karena melakukan pelanggaran keras, kapten Argentina, Antonio Rattin, dikeluarkan oleh Kreitlein. Namun, Rattin tak paham apa maksud wasit asal Jerman itu. Dia pun tak segera meninggalkan lapangan.

Wasit Inggris yang ikut bertugas di pertandingan itu, Kn Aston, kemudian masuk ke lapangan. Dengan sedikit modal bahasa Spanyol, dia merayu Rattin untuk meninggalkan lapangan. Sebab, wasit yang memimpin pertandingan, Rudolf Kreitlein, memutuskan begitu. Karena hanya tahu bahasa Jerman dan Inggris, ia kesulitan menjelaskan keputusannya kepada Rattin.

Karena kasus ini, Ken Aston kemudian berpikir. Harus ada komunikasi universal yang bisa langsung diketahui semua orang, ketika wasit memberi peringatan kepada pemain atau mengeluarkannya dari lapangan. Sehingga, wasit tanpa harus membuat penjelasan dengan bahasa yang mungkin tak diketahui pemain.

Suatu hari, dia berhenti di perempatan jalan. Melihat traffic light (lampu merah), dia kemudian mendapatkan ide. Kemudian dia mengusulkan agar wasit dibekali kartu kuning dan merah. Kartu kuning untuk memberi peringatan keras atau sanksi ringan kepada pemain yang melakukan pelanggaran. Sedangkan kartu merah untuk sanksi berat dan pemain yang melakukan pelanggaran berat itu harus keluar dari lapangan.

Ide itu diterima FIFA. Pada Piala Dunia 1970, kartu kuning dan merah untuk pertama kalinya digunakan. Ironisnya, sepanjang Piala Dunia 1970 tak satu pun pemain yang terkena kartu merah. Hanya kartu kuning yang sempat dilayangkan. Sehingga, kartu merah tak bisa “pamer diri” di Piala Dunia 1970.

Meski ide itu datang dari wasit Inggris, namun negeri itu tak serta-merta menerapkannya di kompetisi mereka. Kartu merah dan kuning baru digunakan di kompetisi sepak bola Inggris pada 1976. Karena kemudian wasit terlalu mudah mengeluarkan kartu dan diprotes banyak pemain, maka penggunaannya sempat dihentikan pada 1981 dan 1987.

Yang menarik, ide ini diadopsi cabang olahraga hoki. Bahkan, di cabang ini menggunakan tiga warna kartu, seperti traffic light: hijau, kuning, dan merah. Hijau untuk peringatan, kuning untuk mengeluarkan pemain sementara waktu, dan merah untuk mengusir pemain secara permanen.

SUMBER : apakabardunia.com

SOERATIN, PENDIRI PSSI YANG TERLUPAKAN !!! 08/04/2010

Posted by joni prayoga in SEPAKBOLA.
Tags: , , , ,
7 comments

OLEH: Asvi Warman Adam, Ahli Peneliti Utama LIPI, Redaktur Pelaksana Majalah Sportif (1982-1983)

Ketika Kongres Sepak Bola Nasional digelar di Malang, 30-31 Maret 2010, adakah di antara peserta yang teringat kepada Maulwi Saelan (kini 84 tahun), yang berdiri di bawah mistar gawang PSSI dalam Olimpiade Melbourne pada 1956? Indonesia mampu menahan Uni Soviet pada babak perempat final dengan skor 0-0 pada pertandingan pertama, walaupun dalam pertandingan berikutnya kita dikalahkan. Sebelum meletus G-30-S tahun 1965, Saelan pernah menjadi Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia.

Adakah dalam kongres sepak bola itu disebut nama Soeratin, pendiri PSSI 80 tahun yang silam? Tokoh yang sangat berjasa dan namanya pernah diabadikan pada kejuaraan junior dengan memperebutkan Soeratin Cup itu ironisnya meninggal pada 1959 dalam kemiskinan, setelah sakit sekian lama dan tidak mampu menebus obat. Rumahnya berukuran 4 x 6 meter di Jalan Lombok, Bandung, terbuat dari gedek (dinding bambu). Tidak ada yang ditinggalkan kecuali organisasi yang dicintainya, PSSI. Itulah sebabnya Rapat Paripurna Nasional PSSI pada 2005 (Kep/09/Raparnas/XI/2005) merekomendasikan dan mengusulkannya kepada pemerintah agar Soeratin diangkat sebagai pahlawan nasional. Pertimbangannya adalah kehidupan Soeratin telah diabdikan bagi perintisan pengembangan sepak bola yang sejalan dengan penumbuhan jiwa kebangsaan di kalangan masyarakat sejak masa penjajahan Belanda.

Soeratin lahir di Yogyakarta, 17 Desember 1898, dari kalangan terpelajar. Ayahnya, R. Soesrosoegondo, guru pada Kweekschool, menulis buku Bausastra Bahasa Jawi. Istrinya, R.A. Srie Woelan, adik kandung Dr Soetomo, pendiri Budi Utomo. Tamat dari Koningen Wilhelmina School di Jakarta, Soeratin belajar di Sekolah Teknik Tinggi di Hecklenburg, dekat Hamburg, Jerman, pada 1920 dan lulus sebagai insinyur sipil pada 1927.

Sekembalinya dari Eropa pada 1928, ia bergabung dengan sebuah perusahaan konstruksi terkemuka milik Belanda dan membangun antara lain jembatan serta gedung di Tegal dan Bandung. Namun, pada waktu bersamaan, Soeratin mulai merintis pendirian sebuah organisasi sepak bola, yang bisa diwujudkan pada 1930.

Organisasi boleh dikatakan realisasi konkret dari Sumpah Pemuda 1928. Nasionalisme itu dicoba dikembangkan melalui olahraga, khususnya sepak bola. Seperti halnya ipar Soeratin, Dr Soetomo, yang berkeliling Pulau Jawa untuk menemui banyak tokoh dalam rangka menekankan pentingnya pendidikan dan kemudian disusul dengan pendirian Budi Utomo, Soeratin melakukan pertemuan dengan tokoh sepak bola pribumi di Solo, Yogyakarta, Magelang, Jakarta, dan Bandung. Pertemuan itu diadakan secara sembunyi untuk menghindari sergapan Intel Belanda (PID). Pada 19 April 1930, beberapa tokoh dari berbagai kota berkumpul di Yogyakarta untuk mendirikan PSSI (Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia). Istilah “sepakraga” diganti dengan “sepakbola” dalam Kongres PSSI di Solo pada 1950. PSSI kemudian melakukan kompetisi secara rutin sejak 1931, dan ada instruksi lisan yang diberikan kepada para pengurus, jika bertanding melawan klub Belanda tidak boleh kalah. Soeratin menjadi ketua umum organisasi ini 11 kali berturut-turut. Setiap tahun ia terpilih kembali.

Kegiatan mengurus PSSI menyebabkan Soeratin keluar dari perusahaan Belanda dan mendirikan usaha sendiri. Setelah Jepang menjajah Indonesia dan perang kemerdekaan terjadi, kehidupan Soeratin menjadi sangat sulit. Rumahnya diobrak-abrik Belanda. Ia aktif dalam Tentara Keamanan Rakyat dengan pangkat letnan kolonel. Setelah penyerahan kedaulatan, ia menjadi salah seorang pemimpin Djawatan Kereta Api.

Jasa-jasa
Olahraga sepak bola juga berkaitan dengan nasionalisme dan integrasi bangsa sebagaimana dikatakan Freek Colombijn (The Politics of Indonesian Football, Archipel 59, Paris, 2000). Sepak bola pada mulanya berkembang di Inggris dan merambah ke Hindia Belanda dengan berdirinya klub pertama di Surabaya pada 1895 oleh John Edgar. Di Kota Padang, klub yang pertama dibentuk adalah Padangsche Voetbal Club pada 1901. Klub yang ada di Hindia Belanda itu masih bersifat segregasi. Kelompok ras memiliki klub masing-masing yang juga bertanding sesama mereka (Eropa, Tionghoa, dan pribumi). Pada 1921, di Padang terdapat liga yang menarik bayaran dari penonton (10 sen untuk pribumi, menontonnya sambil berdiri; 20 sen untuk “bukan pribumi”; dan 50 sen mendapat kursi). Belum ada stadion yang permanen, tetapi di sekeliling lapangan dipasang bambu.
Dalam konteks perkembangan masyarakat yang terjajah, jasa Soeratin dapat diringkaskan sebagai berikut. Pertama, ia berani menggunakan label Indonesia pada organisasi yang didirikannya, bukan Hindia Belanda. Kedua, pertandingan yang dilakukan secara rutin dan periodik antarklub pribumi pada tingkat antarkota merupakan realisasi Sumpah Pemuda 1928 dan sekaligus bagian dari proses penumbuhan integrasi nasional (hal yang sama menjadi tujuan PON setelah Indonesia merdeka). Ketiga, tujuan organisasi persepakbolaan yang digagas dan direalisasi adalah mencapai kedudukan yang setara dengan orang-orang Eropa (juga Tionghoa). Untuk itu Soeratin rela berkorban. Ia keluar dari perusahaan konstruksi Belanda saat memegang posisi bagus agar dapat mengurus “sepak bola kebangsaan”. Pengangkatan Soeratin sebagai pahlawan nasional diharapkan menjadi momentum untuk membangkitkan kembali sepak bola di Tanah Air yang suatu ketika sempat membuat prestasi yang membanggakan.

Syarat administrasi
Meskipun sudah diusulkan PSSI pada 2005, Soeratin tidak kunjung diangkat menjadi pahlawan nasional. Pada 2006, saya bertemu dengan seorang sejarawan yang menjadi tim penilai pahlawan ini. Ternyata alasan penolakannya bersifat administratif. PSSI telah mengirim usulan yang konon didukung oleh Wali Kota Yogyakarta (kota kelahiran Soeratin) dan Wali Kota Bandung (domisili Soeratin di akhir hayatnya). Namun PSSI hanya mengirim buku PSSI Alat Perjuangan Bangsa dan brosur kecil Perjuangan Ir Soeratin Sosrosoegondo, yang diterbitkan dalam rangka peringatan 75 tahun PSSI pada April 2005. Tim penilai mengharapkan sebuah buku yang khusus ditulis untuk pencalonan pahlawan ini secara ilmiah. Pada 22 Juni 2006, saya menjadi pembicara dalam seminar di Senayan, Jakarta, untuk mendiskusikan peran Soeratin dalam persepakbolaan nasional. Sayangnya, PSSI tidak melampirkan makalah seminar ini beserta transkrip diskusi kepada tim penilai kepahlawanan nasional. Dalam kasus ini saja terlihat bahwa manajemen PSSI kurang beres.

Nyimak juga D I S I N I j u g a Y A ???!!! 🙂

PENDIRI vs KETUA PSSI SEKARANG : MIRIS !!! 08/04/2010

Posted by joni prayoga in SEPAKBOLA.
Tags: , , , , , ,
6 comments

Bagaimana kabar persepakbolaan Indonesia? Jangan ditanya… penggila Bola di tanah air wajar bila malu dengan prestasi Tim Garuda belakangan ini…nyaris tanpa kemajuan…dan malah menukik menurun….Yap, PSSI merupakan lembaga yang paling tepat untuk bertanggung jawab, sayang sekali ketua umum PSSI, Nurdin Halid terlalu PeDe untuk memilih bertahan disusul dengan keputusan memuakkan koloninya yang meng-IYA-kan pernyataan konyol tsb.

Berikut ada sebuah artikel panjang, padat dan mengena dari seorang penulis di detiksport.comtentang perbedaan Bapak Pendiri PSSI yang mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan sepakbola tanah air, Ir.Soeratin dengan Nurdin yang Gila Kekuasaan….artikel ini sayang bila kawand-kawand lewatkan….!!!

=================================================================================

Ada kontras yang tak terelakkan jika membandingkan Ketua Umum PSSI pertama, Ir. Soeratin Sosrosoegondo, dengan Ketua Umum PSSI ke-14, Nurdin Halid.

Ir. Soeratin, tokoh di balik berdirinya PSSI pada 19 April 1930, memilih kehilangan pekerjaan sebagai arsitek yang memberinya pendapatan berlimpah agar bisa secara total mengurus PSSI yang baru saja berdiri.

Ketika itu Soeratin bekerja di biro rancang bangunan bernama Boukundig Bureau Sitsen en Lausade dengan gaji sekira seribu gulden per bulan. Aktivitasnya mengurus PSSI membuat kinerjanya di kantor mengendur. Kantor yang memekerjakannya memberi dua opsi: tinggalkan PSSI atau tinggalkan pekerjaan.

Ini bukan pilihan sederhana. Meninggalkan pekerjaan bukan hanya membuat Soeratin kehilangan asupan finansial bagi diri dan keluarganya, tapi juga membuat Soeratin kehilangan pasokan dana yang sebagian di antaranya digunakan untuk menopang kegiatan-kegiatannya di PSSI karena PSSI sendiri ketika itu tak bisa diharapkan memberinya pendapatan. Soeratin bisa saja melepas jabatan sebagai Ketua Umum PSSI. Toh, ia masih bisa membantu PSSI dengan cara yang lain.

Tapi Soeratin memilih opsi keluar dari pekerjaannya. Baginya, membangun PSSI butuh konsentrasi besar. Masih banyak persoalan yang mesti dihadapi PSSI ketika itu, dari mulai isolasi yang dilakukan NIVB hingga membangun solidaritas bond-bond sepakbola bumiputera yang (kadang-kadang) masih saling bersaing satu sama lain. Teramat sayang jika ikhtiarnya yang susah payah dalam memelopori pendirian PSSI ditinggalkan di tengah jalan.

Fragmen bersejarah yang bisa dibaca sebagai momen eksistensial bagi manusia Soeratin di atas terasa begitu kontras dengan sikap “keras kepala” Nurdin Halid untuk terus bertahan di tampuk tertinggi kepemimpinan PSSI — sikap yang anehnya didukung dengan tidak kalah keras kepalanya oleh para pengurus PSSI dan Executive Comitte PSSI.

Kontras ini makin terasa menggelikan sewaktu membaca pernyataan Nurdin Halid ketika menjawab tuntutan agar dirinya mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI.

“Atau masalah yang saya hadapi tidak ada permintaan agar saya mundur dan saya dalam keadaan didzalimi. Untuk itu, demi harga diri saya serta demi harkat dan martabat PSSI siri’ napacce. Insya Allah dengan ridho Allah saya akan bertahan memimpin PSSI,” katanya (Kompas, 21 Februari 2008).

Jika Soeratin memilih untuk keluar dari pekerjaannya agar bisa total mengurus PSSI dengan risiko kehilangan asupan gulden yang melimpah pada zamannya, Nurdin Halid justru keukeuh untuk terus duduk di jabatannya kendati nyata-nyata ia sama sekali tak bisa memimpin roda organisasi PSSI. Alih-alih bisa memimpin PSSI dengan total, Nurdin justru lebih sering “merepotkan” PSSI karena memaksa para pengurus PSSI mesti bolak-balik ke penjara, baik untuk rapat koordinasi maupun sekadar memberi laporan.

Dalam tradisi Makasar, ‘sirri’ bukan hal sepele. Ia merujuk pada kebanggan diri, harga diri, integritas diri sebagai manusia dan laki-laki. Jika sampai ada orang menyebut “sirri”, ia hampir dipastikan sedang berada dalam kemarahan besar, merasa integritas dirinya dikoyak moyak, harga dirinya diinjak-injak.

Persoalannya, tuntutan kepada Nurdin agar mundur itu bukan persoalan pribadi. Tuntutan yang makin kuat itu muncul sebagai persoalan organisasi, dalam hal ini PSSI, organisasi yang mengatur olahraga paling merakyat di tanah air, yang pendiriannya diusahakan dengan susah payah oleh para pendirinya.

Pernyataan Nurdin itu menggelikan karena Nurdin menyamakan harga diri dan martabat pribadi dengan harga diri dan martabat PSSI, seakan-akan jika Ketua Umum PSSI merasa pribadinya dilecehkan secara otomatis PSSI sebagai organisasi juga dilecehkan harga diri dan martabatnya.

Nurdin mungkin benar bahwa PSSI sudah kehilangan harga diri dan martabatnya, tapi bukan karena Ketua Umum-nya merasa dilecehkan, tapi karena PSSI memang sudah kehilangan integritas karena kegagalannya sendiri.

Prestasi apa yang dibanggakan PSSI selama di bawah kepemimpinan Nurdin Halid? Menang lawan Bahrain tapi kemudian kalah oleh Arab Saudi dan Korea Selatan pada Piala Asia 2007? Gagal lolos semifinal SEA Games 2007? Kalah memalukkan dari Suriah dengan agregat 11-1 dalam play-off Piala Dunia 2010?

Jika Nurdin Halid butuh contoh tentang laku mertahankan harga diri dan martabat PSSI, simak saja bagaimana Soeratin dengan sikap keras membela harga diri dan martabat PSSI dalam kasus pengiriman tim Hindia Belanda ke Piala Dunia 1938 di Prancis.

Ketika itu Hindia Belanda mengirimkan tim dari Nederlandsh Indische Voetbal Unie (NIVU, organ yang merupakan metamorfosis dari NIVB) ke Prancis. Kendati sembilan pemain dalam tim itu berasal dari kalangan bumiputera dan Tionghoa, Soeratin marah bukan main karena ia menganggap NIVU melanggar “Gentlement Agreemnt” yang ditandatangani PSSI (yang diwakili Soeratin) dengan NIVU (yang diwakili Materbreok) pada 5 Januari 1937 yang menyebutkan bahwa pengiriman tim mesti didahului oleh pertandingan antara NIVU dengan PSSI. Soeratin juga menginginkan agar bendera yang digunakan tim Hindia Belanda bukan bendera NIVU.

Pelanggaran kesepakatan itu dinilai Soeratin sebagai pelecehan atas martabat PSSI. Itulah sebabnya Soeratin, atas nama PSSI, membatalkan secara sepihak semua butir kesepakatan antara PSSI dengan NIVU pada Kongres PSSI 1938 di Solo.

Pada kongres itulah Soeratin membacakan pidato berjudul “Loekisan Djiwa PSSI: Mendidik Ra’jat dengan Perantaraan Voetbalsport”, pidato yang menjadi cetak biru visi PSSI pada masa kolonial, pidato yang sepertinya tak pernah dibaca oleh Nurdin Halid dan para pengurus PSSI sekarang.

Salah satu kalimat Soeratin yang paling termasyhur –seperti diceritakan Maladi– berbunyi: “Kalau di lapangan sepakbola kita bisa mengalahkan Belanda, kelak di lapangan politik pun kita bisa mengalahkan Belanda.”

Nasionalisme dan politik pada masa itu menjadi bagian inheren dari PSSI. Jangan heran jika, misalnya, panitia kejuaraan PSSI II pada 1932 yang digelar di lapangan Laan Travelli, Batavia, nekad mengundang Soekarno untuk melakukan tendangan bola kehormatan pada partai final kejuaraan yang memertemukan VIJ (Voetball Indonesia Jcatra) melawan PSIM Yogyakarta.

Tindakan itu berkadar subversif karena Soekarno baru saja keluar dari penjara Sukamiskin di Bandung akibat aktivitasnya sebagai pemimpin Partai Nasional Indonesia.

Zaman sudah berubah. Politik memang sebaiknya tidak dibawa-bawa dalam dunia sepakbola (FIFA melarang intervensi pemerintah terhadap asosiasi sepakbola, kendati lucunya pengurus PSSI sempat membawa-bawa UU Pemilu untuk membenarkan sikap Nurdin). Tetapi, cukup jelas juga, perkara harga diri dan martabat pribadi tak bisa dibawa-bawa ke dalam urusan sepakbola dan PSSI.

Nurdin dan segenap pengurus PSSI mesti berkaca kepada apa yang sudah dicontohkan Soeratin. Saya tidak tahu apakah LP Cipinang menyediakan cermin di setiap sel tahanan atau tidak  (SUMBER: detiksport.com)

=================================================================================

“Majulah Persepakbolaan Indonesia…”

10 Film Sepakbola Terbaik 04/03/2010

Posted by joni prayoga in FiLM, SEPAKBOLA.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
17 comments

Piala Dunia 2010 sebentar lagi bergelinding (bergulir maksudnya…hehe), nggak ada salahnya kita cari tahu beberapa film yang mengangkat cerita tentang olahraga kulit budar ini. Inilah dia 10 Film Sepakbola Terbaik versi situs fourfourtwo….jrenk…jrenk…jrenk… 🙂

Pure Belter

Purely Belter

Film bergenre drama komedi yang mengisahkan perjuangan dua orang kelas pekerja di Newcastle atau yang dikenal dengan sebutan masyarakat Geordie yang bekerja membanting tulang hanya demi melihat Alan Shearer dkk berlaga di St. James Park, kandang Newcastle United. Tidak ada yang mustahil jika kita mau berusaha itulah inti dari film ini.

Zidane :  A 21st Century Portrait

Zinedine Zidane

Film dokumenter yang menceritakan legenda hidup Prancis kala membela Real Madrid dalam pertandingan melawan Villareal selama 2×45 menit. Anda akan tercengang dan kagum ketika Zinedine Zidane mendapat bola dan kemudian mengolahnya di lapangan hijau. Dia memang seorang maestro sejati.

Bostock’s Cup

Bosctock's Cup

Film drama komedi yang menceritakan reuni mantan pemain, manajer serta staf klub Bostock Stanley (klub divisi tiga) di tahun 1999. Mereka mengingat-ingat kembali ketika 25 tahun lalu berhasil menjadi juara FA, ada yang konyol maupun kisah mengharukan.

Escape to Victory

Escape to Victory

Salah satu film box office yang menampilkan bintang-bintang bola kenamaan seperti Pele, Bobby Moore serta Ossie Ardiles yang juga dibintangi oleh Sylvester Stallone. Hal yang konyol adalah, Stallone ingin mencetak gol dalam pertandingan tersebut tetapi dirinya malah memilih menjadi kiper.

The Damned United

Damned United

Biografi Brian Clough, manajer legendaris asal Inggris tergambar jelas di film drama yang diangkat dari novel karya David Pearce. Kisah manajer kontroversial yang sukses membawa Derby County juara Divisi I musim 1971/72,  namun gagal bersama Leeds United dan hanya bertahan selama 44 hari.

Shaolin Soccer

Shaolin Soccer

Membayangkan siapa pemainnya saja kita sudah bisa tertawa terbahak-bahak. Ya, siapa tidak kenal dengan Stephen Cow, aktor komedi asal Hongkong. Film yang menggabungkan sepakbola dengan kungfu, seni bela diri Cina dan hasilnya adalah  komedi segar yang menggocok perut para penontonnya

Bend it like Beckham

Bend it like Beckham

Film bergenre drama komedi namun romantis ini menceritakan tentang Jess, seorang remaja putri tomboy yang menyukai sepakbola karena terinspirasi oleh David Beckham. Namun kedua orang tuanya yang merupakan warga keturunan India sangat tidak menyukai hobi putrinya tersebut.

There’s only one Jimmy Grimble

There's only One Jimmy Grimble

Jimmy Grimble adalah bocah berusia 15 tahun asal kota Manchester, yang sangat menyukai sepakbola dan bercita-cita menjadi pemain professional di tim kesayangannya yaitu Manchester City. Mampukah Jimmy memuwujudkan cita-citanya ketika ada kesempatan dalam kejuaraan antar remaja di kotanya? Terlebih ketika dirinya mendapat hadiah sebuah sepatu dari legenda Man City.

Fever Pitch

Fever Pitch

Film drama romantis yang diangkat dari novel yang sama dengan judulnya dan merupakan karya Nick Hornby, seorang fans Arsenal. Berkisah tentang cinta seorang guru, Paul Ashworth kepada rekan kerjanya yang bernama Sarah Hughes,  yang sangat tidak menyukai sepakbola. Film ini mengambil seting di tahun 1988/89 kala Arsenal bersaing ketat dengan Liverpool dalam perebutan juara Liga.

Mike Bassett

Mike Basset

Film komedi satir, yang menceritakan seorang manajer Norwich City, klub divisi satu yang bernama Mike Basset yang tiba-tiba melatih timnas Inggris untuk Piala Dunia 2002. Hal ini untuk menyindir FA, asosiasi sepakbola Inggris yang kala itu memilih pelatih non Inggris, Sven Goran Eriksson untuk mengasuh Three Lions.


Wah, Garuda di Dadaku mana nie…???? koQ nggak ada myBro…??? he he he 🙂

ato RonaLdowati gitu..?hehehe…uppps….. 😀

(sumber:astaga.com)

David Beckham “PesepakboLa Sejati…” 23/01/2010

Posted by joni prayoga in SEPAKBOLA.
Tags: , , , , , , , ,
2 comments

beckham

Kalo ditanya siapa pesepakbola idola saya…?? maka tanpa banyak berpikir akan saya jawab DAVID BECKHAM… 🙂

Mengapa BECKHAM??? karena pemain bola paling pertama saya kenal sejak SD adalah “Becks” (panggilang Beckham)

Bukan karena wajahnya yang ganteng ataupun bodynya yang keren, tapi awalnya saya sangat kepincut dengan umpan-umpan mautnya yang memanjakan setiap striker ataupun tendangan bebasnya yang kata orang 99,9% bakalan menjadi GOAL !!! hingga akhirnya saya tahu bahwa becks adalah pribadi yang juga luar biasa di Luar lapangan, dia adalah kepala rumah tangga yang baik serta menyukai anak kecil (Bukan fedofilia kawand…. 😀 )

Sekarang Beckham berseragam KLub LA GALAXY namun disela-sela libur musim, ia menjaga staminanya dengan bergabung bersama AC.MILAN dengan status pinjaman…

Pro dan kontra bermunculan, teman,,, Ada yang mengatakan kalau BECKHAM tidak serius merumput bersama LA GALAXY, ataupun Becks hanya ingin memanfaatkan AC MILAN untuk mencuri perhatian Fabio Capello (Pelatih ENGLAND) agar dirinya mampu menembus skuad Three LION (ENGLAND) di Piala Dunia 2010 nanti…

Yup,,,apapun itu…yang jelas buat saya BECKHAM adalah sosok Pesepakbola sejati yang lahir dan besar untuk menjadi image bagi Sepak bola itu sendiri (Meski ketenarannya sekarang sedikit tergusur oleh Christiano Ronaldo 😦 )

Buktinya adalah Becks masih menyempatkan waktu liburannya untuk tetap bermain sepakbola dengan cara bergabung bersama MILAN di Serie-A, bukannya bersantai, liburan, ataupun shopping… YAP…ItuLah BECKHAM…!!! THE INSPIRATOR…!!!

Mau tau cerita lengkap dari David Beckham? bisa klik (DISINI) wikipedia.com

;)Atau kunjungin langsung official websitenya David Beckham… tinggal klik (DISINI)

Ada yang belum tahu ke-DAHSYATan Free Kick DAVID BECKHAM…. tenang, saya punya video-nya untuk kamu semua, kawand….

Saran saya,,Jangan berkedip !!! 🙂

gimana? manthap bukan? 😀