jump to navigation

Tips Mengecilkan Size Dokumen Pdf (Compress PDF File) via Online 19/12/2013

Posted by joni prayoga in ISENG tak BERHADIAH.
Tags: , , , ,
41 comments

Pada suatu hari istri kebingungan mendapat tugas untuk meng-upload ijazah-ijazah dan surat-surat kerjanya yg berbentuk pdf ke sebuah situs. Nah masalahnya ukuran file pdf istri relatif besar (1 sampai 5 MB), sedangkan limit upload di web tersebut sangat terbatas. Sebagai suami saya harus pasang badan dong? biar kelihatan keren juga di mata istri tersayang…hehehe. Pencarian pun dimulai, awalnya saya berpikir simple untuk mencari sebuah program install ataupun portable yang bisa mengecilkan file-file pdf. Sampai saya menemukan ini:

PDF COMPRESSOR

joni_prayoga_compresspdfprogram copy

Sebenarnya program ini simpel banget, karena dia portabel (tanpa perlu install) dan mudah di download karena ukurannya kecil. bisa di download DISINI

Cara penggunaannya pun sangat mudah :

  1. Jalankan Free PDF Compressor.
  2. Pilih dan arahkan file PDF yang akan dikompres dengan cara menekan tombol Load
  3. Pilih algoritma dan level kompresi sesuai dengan keinginan.
  4. Tekan Compress untuk melakukan kompresi. Pilih nama baru atau folder lain jika tidak ingin menimpa/mengganti file PDF asli.
  5. Setelah kompresi selesai dilakukan, Free PDF Compressor akan menampilkan ukuran file setelah dikompres

Namun kendala yang saya temui adalah program ini memang bisa mengecilkan, tapi tidak berpengaruh terlalu signifikan terhadap ukuran file baru. Dengan kata lain ukuran file yang dikecilkan tidak jauh beda dengan file asli. Setelah itu saya tidak mendapatkan lagi program untuk mengecilkan file pdf selain PDF COMPRESSOR (Siapa tahu kawan-kawan ada yang tahu, mohon sharing-nya 🙂 )

Setelah gagal dengan program PDF COMPRESOR tersebut, akhirnya saya lanjut googling lagi. Dan ternyata diluar perkiraan saya, cara mengecilkan file pdf adalah bukan dengan program tapi bisa dilakukan secara online. Tapi harus dipastikan kecepatan internet kita memadai. Kenapa harus memadai? karena secara umum sistem mereka sama : File pdf kita di-upload , dilakukan proses re-size, setelah itu kita wajib mendownload kembali file pdf yang sudah kecil ukurannya. Berikut ada 3 (tiga) web penyedia jasa Compress File PDF yang saya temukan (Kalo ada yang lain, mohon sharingnya yes…?):

1. NEEVIA

joni_prayoga_neevia copy

Web Neevia ini punya keunggulan, karena kita disajikan pilihan tipe compressed sesuai dengan yang kita inginkan, dari: Low Compression, High Image Quality (Tingkat kompres filenya kecil, tapi kualitas gambarnya bagus) sampai Maximum Compression, Very Low Image Quality (Tingkat kompresinya paling maksimal sehingga berdampak kepada kualitas gambar yang sangat rendah). Hasilnya lumayan efektif, file ukuran 2 MB menjadi seratusan KB. Gak percaya? Silahkan dicoba 😉

Ini alamat Web-nya : http://convert.neevia.com/pdfcompress/

2. SMALLPDF

joni_prayoga_smallpdf copy

Sebenarnya web ini cukup kondang, karena teman-teman istri saya rekomendasikannya. Tapi setelah dicoba rata-rata file hanya dikecilkan 35% – 47%. Saya juga gak tahu kenapa hehe 🙂

Berikut link web nya: http://compress.smallpdf.com/

3. COMPRESS-PDF

joni_prayoga_compresspdf

Kalau web ini hampir mirip seperti Small Pdf (tidak ada tingkatan kompresi yang kita inginkan), tapi bedanya disini tidak dicantumkan berapa persen file kita di kompresi? Setelah saya coba, tingkat kompresinya bagus, file ukurannya menjadi relatif kecil.

Ini link webnya : http://www.compress-pdf.co.uk/

Yup itu dia yang bisa saya sharing tentang Cara Mengecilkan Size Dokumen PDF via online, mohon maaf bila ada kesalahan dan wajib sharing bila ada ilmu yang lain dari kawan-kawan. Oya, terakhir Tips berdasarkan pengalaman saya, bila saat anda melakukan kompresi file pdf dengan salah satu web diatas dan ternyata masih terasa kurang kecil, boleh mencoba second opinion dengan web lainnya. Terkadang web yang pernah memberikan hasil kompresi bagus akan sama bagusnya pada file lainnya. Entahlah, mungkin mengikuti mood mereka…hehe 😀

Iklan

BOBO (masih) Teman Bermain dan Belajar… 06/12/2011

Posted by joni prayoga in ISENG tak BERHADIAH.
Tags: , , , , ,
5 comments

Waktu terasa cepat sekali berjalan, gak percaya juga hari ini udah memasuki bulan terakhir tahun 2011. Kayaknya baru kemarin orang-orang ramai merayakan ‘dunia memasuki tahun 2000’ atau Milenium. Yak, dan si Milenium ini juga yang menggiring kita semua untuk menikmati dunia ‘serba digital’. Jujur saja, saya pun salah satu makhluk digital, seperti kebanyakan orang suka mengikuti perkembangan dunia lewat gadget, baik berselancar di website ataupun hanya melalui jejaring sosial macam facebook atau twiter. Nah, kemarin saat berada di ruang tunggu salah satu apotek, saya dihampiri mas-mas loper koran, disini terlihat majalah yang sudah lama sekali saya tinggalkan, Majalah BOBO. Seakan memori saya terjerumus, dan terperosok kembali menuju beberapa tahun yg lalu, dimana bapak selalu membelikan majalah BOBO saat pulang dari pasar, kemudian saya dan kakak bareng-bareng majalah berlogo kelinci ini (bukan playboy lho 🙂 ), terkadang kami bertengkar gara-gara memperebutkan bonus majalah ini. Untuk memperingati masa-masa indah bersama majalah BOBO, boleh dong saya posting sejarahnya?

SEJARAH MAJALAH BOBO

Majalah Bobo adalah versi lain dari aslinya, yang berasal dari Belanda. Edisi bahasa Indonesianya diterbitkan sekali dalam seminggu, oleh Kelompok Kompas Gramedia. Sementara di Belanda sendiri, majalah Bobo diterbitkan dua minggu sekali oleh penerbit Malmberg. Majalah Bobo memiliki slogan, “Teman Bermain dan Belajar”, karena bertujuan untuk memberi didikan melalui bacaan yang seru untuk dibaca oleh anak-anak, sambil diajak untuk bermain. Simbol dari Majalah Bobo, yaitu tokoh seekor kelinci berwarna biru, bernama Bobo, yang selalu mengenakan kaos berwarna merah berhuruf B, dan celana biru.

Majalah Bobo terbit pertama kali pada tanggal 14 April 1973. Cikal bakal majalah ini adalah halaman anak-anak di Harian Kompas. Atas prakarsa Bapak PK Ojong bersama Bapak Jakob Utama, pendiri Kompas, halaman anak-anak ini dikembangkan menjadi majalah anak-anak. Bekerja sama dengan Majalah Bobo Belanda, pengasuh halaman anak-anak Kompas kemudian membuat Majalah Bobo Indonesia. Pada mulanya Majalah Bobo terdiri dari 16 halaman kertas koran. Majalah Bobo adalah majalah anak-anak pertama yang berwarna di Indonesia. Sebagian isinya berasal dari bahan-bahan di Majalah Bobo Belanda yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Sebagiannya lagi meneruskan rubrik dari halaman anak-anak Kompas. Bapak Adi Subrata dan Ibu Tineke Latumeten lah yang pertama-tama mengasuh majalah anak-anak ini. Kini isi Majalah Bobo seluruhnya dibuat dan dikerjakan oleh staf redaksi Bobo Indonesia. Isi dan penampilannya pun semakin bervariasi. Hanya nama dan karakter tokohnya tetap Bobo.

Keluarga BOBO

Dalam cerpen satu halamab BOBO yang selalu tampil berwarna dalam majalah ini tersaji cerita sehari-hari pengalaman keluarga BOBO yang kerap memberikan pesan moral bagi pembacanya. Selain BOBO, ada orang tuanya yaitu Emak dan Bapak yang bijaksana dan mengajarkan mengenai hal-hal baik dalam kehidupan dan memberi nasehat apabila keliru. Adik BOBO adalah Coreng, Upik dan Cimut. Tokoh lainnya adalah Paman Gembul yang suka makanan manis, Bibi Tutup Pintu yang ingin agar semua pintu selalu tertutup dan Bibi Titi Teliti yang senang memperhatikan hal detail. Selain itu sepupu BOBO yaitu Tut-tut yang suka kereta api dan temannya Doni.

Rubrik dalam majalah BOBO

Sesuai slogannya, dalam majalah bobo ada rubrik yang berhubungan dengan pelajaran di sekolah, khususnya kelas I – VI SD, dan ada juga yang berisi permainan maupun hiburan yang mendidik. Berikut ini adalah beberapa rubrik mendidik:

  • Our English Page : Pelajaran Bahasa Inggris yang disesuaikan untuk anak SD
  • Pengetahuan : Untuk memperluas wawasan pembaca akan kejadian sehari-hari maupun alam.
  • Ensiklobobo : Berisi ensiklopedia hewan, tumbuhan, situs bersejarah, dan lain-lain.

 Dari pembaca

Majalah BOBO juga mendidik pembacanya dengan menghadirkan rubrik yang ditulis pembacanya:

  • Apa Kabar Bo? : Berisi surat pembaca yang dialamatkan ke redaksi majalah BOBO untuk menanyakan segala persoalan seputar anak dan majalah BOBO
  • Arena Kecil : Berisi cerita yang dikirim pembaca berupa pengalaman sehari-hari yang bermakna.
  • Tak Disangka : Berisi cerita yang dikirim pembaca berupa pengalaman unik atau lucu.

Perkembangan Majalah BOBO

Seiring perkembangan jaman, kini cerita, gambar ataupun rubrik dalam majalah BOBO banyak juga membahas seputar ABG. Tokoh-tokoh yang dibahas pun seringkali artis-artis yang sedang menjadi idola remaja.

Kalau boleh jujur, kejadian kemarin menyadarkan saya yang sudah melupakan seorang teman dari beberapa belas tahun lalu, yang banyak mengajarkan membaca, belajar, hingga memberi hiburan tersendiri. Dan teman ini ternyata masih ada hingga sekarang, namun sayangnya terlupakan karena si pembaca sudah beranjak remaja ataupun dewasa. Yak, mudah-mudahan majalah seperti ini akan tetap eksis, dan tetap setia mengajarkan anak-anak segala hal yang baik, ditengah rasa pesimistis saya akibat berkembangnya dunia digital ataupun permainan anak-anak yang makin canggih.

“Regenerasi terus berjalan, kita beranjak menua, tapi BOBO tetap abadi di neverland untuk mengajarkan anak-anak kita kelak, semoga saja… Thanks BOBO :’) “

 

Gabung Fan Page Majalah BOBO via Facebook :  Disini
Sumber:

http://www.anneahira.com/majalah-bobo.htm

http://jalanan-kehidupan.blogspot.com/2010/10/majalah-bobo-edisi-pertama.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Majalah_Bobo

SEJARAH & PENEMU REMOTE TELEVISI 10/09/2010

Posted by joni prayoga in ISENG tak BERHADIAH.
Tags: , , , , , , , , , ,
4 comments

Sekarang ini televisi udah nggak di monopoli TVRI lagi bro, alias multichanel, jadi orang-orang demokratis dalam memilih chanel kesukaan mereka. Hal ini yang menyebabkan timbulnya ide pembuatan remote televisi, memberi kenyamanan bagi pemirsa untuk gonta-ganti chanel (emangnya betah terus-terusan ganti chanel pake jempol kaki?hehe…). Ada seorang teman nih yang curhat katanya gak bisa nonton TV gara-gara remote-nya rusak…What??? yang rusak sebenarnya Remote atau Mata ya? Sampe gak bisa nonton..hehe…NAH, hal ini yang membuat saya tertarik memposting Remote TV, pengen tau sejarah penemuan n penemu barang yang membuat penilaian chanel televisi berada di ujung jari penonton…. hehe Cekidot!!!

SEJARAH REMOTE TELEVISI

Remote Televisi dikembangkan pertama kali oleh Zenith Radio Corp tahun 1950, “Lazy Bones”–merk dagang pertama remote tersebut– dengan lagu iklan “Prest-o! Change-O! Just Press a Button… to Change a Stasiun” dalam pengoperasiannya masih menggunakan kabel yang dihubungkan dengan TV. Inovasi ini kurang mendapat sambutan dari konsumen pada saat itu berhubung kabel yang menjulur antara remote dan TV sering mengakibatkan kaki tersandung (tersandung ato tersanjung ya? Hehe).

Tahun 1955 Zenith menghilangkan kabel dan menggantinya dengan teknologi cahaya (Flashmatic), dimana seberkas cahaya/sinar dipancarkan dari modul remote untuk mengendalikan sel photo yang terdapat pada TV. Sayangnya sel foto pada TV kurang bisa mengenali mana cahaya yang datang dari remote dan cahaya yang datang dari sumber lainnya, sehingga terkadang ketika ada terkena lampu ruangan/sinar matahari, saluran ato volume pada TV dapat berpindah dengan sendirinya.

Tahun 1956 Robert Adler mengembangkan teknologi baru dengan gelombang ultrasonik (Space commands). Pada modul remote terdapat piezoelektrik penghasil gelombang ultrasonik, sedangkan pada TV tertanam mikrofon yang telah di tune pada frekuensi yang sama. Banyak keluhan dari konsumen bahwa gelombang yang dihasilkan dari remote tersebut mengganggu binatang peliharaan terutama anjing. Kemudian saluran atau volume dapat berpindah sendiri bila ada frekuensi dari alat lain yang senada dengan frekuensi pada TV. Pada dasarnya teknologi ini rentan akan interferensi frekuensi.

Penggunaan remote control semakin rumit ketika pada tahun 1970 BBC memperkenalkan moda teletext dengan merk dagang Ceefax pada dunia siaran komersial TV. Teletext membutuhkan teknologi yang dapat menginput data biner pada TV, tidak hanya pemindahan saluran dan volume seperti halnya remote TV terdahulu. Kita di Indonesia juga sempat mengenal teletext pada medio 90-an namun tidak berlangsung lama. Sistem awal Ceefax teletext sendiri masih bergantung pada kabel karena saat itu belum ada teknolgi nirkabel yang mumpuni bagi moda teletext.

Baru pada 1977, ITT mengembangkan teknologi remote control menggunakan sinar infra merah. Sistem ini masih terus digunakan sampai saat ini dan ITT protocol menjadi sistem standar bagi penggunaan bentuk telekomunikasi yang menggunakan sinar inframerah.

PENEMU REMOTE TELEVISI

Bicara tentang remote TV, tak mungkin melupakan jasa seorang ahli fisika bernama Robert Adler. Dialah orang yang berjasa menciptakan alat yang bukan saja membuat praktis dalam menonton televisi, tapi juga mempengaruhi peradaban umat manusia. Remote control temuan Adler diperkenalkan setengah abad silam, tepatnya pada tahun 1956, saat ia menjabat Direktur Riset Zenith Electronics, produsen televisi AS. Remote control bernama Space Command itu lahir ketika bangsa AS memasuki era emas pertelevisian, ketika fungsi televisi mengalami perubahan dari semula barang luks (mewah) menjadi sumber informasi dan hiburan masyarakat.

Memang, ketika pertama diluncurkan, Space Command tergolong bukan gadget yang “nyaman” jika diukur dengan standar zaman sekarang. Bagaimana tidak, beratnya saja hampir 1 kg (sekitar 8 ons), sementara harganya yang mencapai 100 dolar AS kala itu, setara dengan sepertiga harga pesawat televisi. Namun demikian, temuan remote control Space Command tercatat sebagai state of the art dan puncak penampilan dari sebuah pencarian yang panjang.

Harus diakui pula, Robert Adler bukanlah orang pertama yang menemukan remote control. Lebih tepat ia sebagai penyempurna atas temuan sebelumnya yang juga diluncurkan oleh Zenith dengan berbagai macam kelemahan.

Di sinilah konsep remote control Adler masuk. Berbeda dengan prinsip kerja remote hasil gagasan Polley, remote control Adler yang diberi nama Space Command menggunakan ultrasonik atau suara frekwensi tinggi yang dihasilkan dengan cara menekan tombol yang terbuat dari lempengan aluminium tipis. Alat ini tak butuh baterai dan dikenal sebagai “the clickers” karena tidak berisik. Kampanye atau promosinya cukup menarik, “Nothing between You and The Set, but Space” (Tak ada apapun antara Anda dan pesawat televisi, kecuali Space (ruang).” Remote ini dengan cepat menggantikan Flashmatic dan teknologi ini menjadi standar industri pertelevisian hingga tahun 1980-an, ketika sinyal infra merah menjadi standar remote yang baru. Siapa Robert Adler?

Robert Adler lahir di Wina pada tanggal 4 Desember 1913 dari sebuah keluarga kelas menengah yang mapan dari Austria. Ibunya adalah seorang dokter dan ayahnya ahli sosiologi. Setelah mendapat gelar PhD dalam bidang fisika dari Universitas Wina tahun 1937—saat NAZI menganeksasi Austria—ia kemudian berpindah-pindah dari satu negara ke negara lain, mulai dari Belgia, Inggris hingga akhirnya ke AS pada tahun 1941. Ia langsung bergabung dengan Zenith Electronics di Chicago, yang memberinya keleluasaan mengejar projek apa pun yang dia inginkan.

robert adler, zenith space command

Selama PD II Adler bekerja pada bagian oskilator frekuensi tinggi dan filter elektro mekanik radio pesawat terbang. Usai PD II ia meneruskan pekerjaan pada teknologi televisi, di mana ia mampu menemukan sejumlah peralatan dan berjasa dalam revolusi petelevisian. Adler memelopori penggunaan teknologi penggunaan tabung hampa udara bercahaya yang meningkatkan kualitas transmisi audio televisi. Ia juga menjadi pelopor dalam pengembangan teknologi gelombang akustik permulaan yang menjadi dasar bagi pengembangan teknologi layar sentuh (touch screen).

Dalam kiprahnya selama 60 tahun di Zenith, mulai dari sebagai direktur riset dan menjadi konsultan lepas setelah ia pensiun pada tahun 1979, Adler telah mengantongi lebih dari 180 paten. Meskipun remote control adalah puncak temuan yang mengantarkannya pada ketenaran, ia mengaku bangga atas temuan lainnya.

Atas kerja keras dan prestasinya, berbagai penghargaan pun dianugerahkan kepada Adler. Atas temuan remote control Space Command, Adler menerima anugerah Outstanding Technical Achievement Award 1958 dari Institute of Radio Engineers atau sekarang dikenal dengan the Institute of Electronical and Electronics Engineerra (IEEE). Adler juga menerima anugerah dari IEEE berupa Outstanding Technical Paper Award tahun 1974, atas tulisannya berjudul “An Optical Video Dsc Player for NTSC Receivers”, yang merupakan presentasi awal atas kerjanya, yang kemudian dikenal dengan video cakram digital (digital video disc, DVD). Penghargaan lainnya adalah Edison Medal 1980 dan Ultrasonic Achievement 1981. Edison Medal adalah penghargaan tahunan yang diberikan kepada orang dalam kariernya berjasa dalam ilmu kelistrikan, rekayasa listrik, dan seni listrik.

Berkaitan dengan televisi dan remote control, ada yang unik dalam diri Adler. Di rumahnya ia hanya punya tiga remote control lebih sedikit dari jumlah remote control yang ada di rumah keluarga AS, yang rata-rata memiliki sedikitnya empat remote control. Soal televisi, saat bicara pada The Chicago Tribune pada tahun 1996, Adler berkata, “Aku hampir tak pernah menyalakan televisi dan berselancar channel (dengan remote control)”. Adler meninggal dunia di Idaho, AS, pada 15 Februari 2007 atau dua pekan setelah permohonan patennya yang terakhir mengenai teknologi touch screen (layar sentuh) disetujui Kantor Paten dan Merek Dagang AS 1 Februari 2007.

Sumber:
www.kaskus.us
sejarah-penemu.blogspot.com
asiaaudiovisualrb09agisuseno.wordpress.com

Sejarah dan Kontroversi SUMPIT 23/08/2010

Posted by joni prayoga in ISENG tak BERHADIAH.
Tags: , , , , , , ,
13 comments

Di dunia ini, ada banyak jenis alat yang digunakan orang untuk membantu menikmati makanan. Ada yang pakai sendok dan garpu, ada juga dengan garpu dan pisau, ada yang pakai Shinta dan Jojo..Lho??? ada yang bertelanjang tangan dan ada juga dengan menggunakan Sumpit. Apaan sih Sumpit?? (Bukan ‘Sumpriiit’ lho???)

Sumpit dan Sejarahnya
Sumpit merupakan alat bantu makan yang umumnya terbuat dari bilah bambu sepanjang kira-kira 25 cm. Bagian ujung sumpit berbentuk lingkaran berdjameter sekitar 0,5 cm. Bentuk seperti ini dimaksudkan agar orang mudah menjepit makanan.


Sumpit dikenal di Cina sekitar 5.000 tahun lalu, namun baru dimasyarakatkan sejak zaman dinasti Shang (1766 -1122 SM). Digunakannya sumpit bermula dari kebiasaan orang memasak di zaman dulu. Untuk mengaduk makanan yang diolah dalam sebuah kuali besar, mereka menggunakan ranting pohon yang bercabang dua. Lama-kelamaan, berhubung populasi penduduk makin meningkat, maka makanan itu dipotong kecil-kecil. Sehingga alat pemegang dan pengaduknya pun berupa bilah-bilah yang lebih kecil. Sumpit Cina disebut kuai-zi. Biasanya memiliki panjang 22 -26 cm dengan bangian atas berbentuk segiempat berujung tumpul. Sekitar tahun 500 sumpit digunakan secara luas di Cina, menyebar ke Vietnam, Korea, dan Jepang.
Di Jepang sumpit digunakan pada upacara keagamaan untuk menjepit makanan. Sumpit itu dibuat dari satu batang bambu yang bagian atasnya masih menyatu. Baru pada abad ke-10 dibuat dari dua bilah batang yang terpisah. Rancangan sumpit Jepang agak berbeda dengan Cina. Bagian atas sumpit Jepang agak bulat dan meruncing pada ujungnya. Ukurannya pun lebih pendek dari sumpit Cina. Bahkan ada aturan sendiri untuk memakainya, berdasarkan jenis kelamin. Sumpit untuk wanita berukuran sekitar 17,5 cm dan untuk pria sekitar 20 cm. Secara tradisional, sumpit terbuat dari berjenis-jenis baban. Bambu merupakan bahan yang paling populer karena berbagai pertimbangan, seperti harga murah, tersedia di mana-mana, mudah dibentuk, tahan panas, dan tidak mengubah rasa makanan. Bahan lainnya kayu cedar, cendana, jati, cemara, dan tulang. Bahkan orang kaya membuat sumpit dari batu giok, emas, perak, perunggu, kuningan, batu akik, batu koral, atau gading gajah. Pada masa pemerintahan para dinasti di Cina, sumpit berbahan perak banyak digunakan. orang purba percaya bahwa perak akan berubah warna jika bersinggungan dengan makanan beracun. Jadi, ini merupakan langkah kewaspadaan yang dilakukan para bangsawan Cina tempo dulu untuk menghindari usaha pembunuhan dari para pengkhianat atau lawan politik. Penggunaan sumpit secara luas tidak lepas dari peranan Konfusius (551 -479 SM). Sebagai seorang vegetarian, makan dengan pisau di atas meja sebagaimana orang Barat akan mengingatkan orang pada rumah jagal hewan. Maka dia menganjurkan orang agar menggunakan sumpit saja.Di Cina sumpit tidak sekadar alat bersantap, tapi mengandung nilai, etiket, dan filosofi.
Banyak pakar menilai, pemakai sumpit akan memiliki tingkat kepandaian yang tinggi. Bahkan sumpit dianggap sebagai perlambang kesetaraan, keharmonisan, dan persatuan. Sepasang sumpit harus setara, sama tingginya. Kalau tidak, akan pincang sehingga menyulitkan orang saat mengambil makanan. Gerak sumpit harus harmonis. Bagaimana jadinya jika sebuah sumpit digerakkan ke depan, satunya lagi ke belakang? Tentu makanan tidak akan terjepit. Sepasang sumpit pun harus bersatu. Tidak mungkin orang hanya menggunakan sebuah sumpit ketika mengambil makanan. Jika bersatu, barulah orang dapat leluasa mengambil makanan.

Kontroversi Sumpit di Cina
Akan tetapi dewasa ini Pemerintah Cina rupanya sudah gencar mengampanyekan pelarangan sumpit sekali pakai yang terbuat dari bambu dan kayu karena dinilai merusak lingkungan. China telah berkali-kali mengalami banjir besar dan tanah longsor. Soal sumpit ini menjadi urusan Kementerian Perdagangan China bersama dengan enam kementerian lainnya. Perusahaan yang masih memproduksi sumpit sekali pakai akan mendapatkan hambatan dan larangan dari pemerintah setempat.


Dengan jumlah penduduk yang mencapai 1,3 miliar jiwa, China setiap tahun membuang 45 miliar pasang sumpit atau sekitar 130 juta pasang sumpit per hari. Pegiat lingkungan, Greenpeace China, memperkirakan, untuk memenuhi kebutuhan tersebut, harus tersedia 100 are lahan pohon bambu yang harus diperbarui setiap 24 jam. Bayangkan saja, hutan yang lebih luas dari lapangan Tiananmen atau setara 100 lapangan sepak bola harus dikorbankan setiap hari hanya untuk menyediakan sumpit
Penggundulan hutan merupakan salah satu masalah besar yang dihadapi Pemerintah China saat ini. Pemerintah telah meluncurkan kampanye ”Bawa Sendiri Sumpitmu”. Namun, tampaknya sungguh sulit menghilangkan kebiasaan menggunakan sumpit sekali pakai ini antara lain karena lebih murah dibandingkan biaya pencucian untuk sumpit besi atau plastik yang dapat digunakan berulang kali.

Wow…ternyata gede banget ya dampak penggunaan sumpit ya kawand…?

Mari bersama-sama selamatkan Bumi kita 😀

SUMBER:

http://spagiari.blogspot.com
http://www.strov.co.cc

Waspada,,,MACET merubah kita menjadi ‘TIKUS’ !!! 08/07/2010

Posted by joni prayoga in ISENG tak BERHADIAH.
Tags: , , , , ,
4 comments

Woooiiiiiiit… tenang kawand..!!! Jangan langsung berkeringat dingin dan muntah-muntah setelah membaca judul diatas… 😀

Yap, tarik nafas…..tahan sebentar….lalu keluarkan….. Tarik nafas lagi…..tahan….lalu mari kita mulai membaca (nafas ditahan sampai selese baca ya?hehe 🙂 ).

Topik kita hari ini (haiiiissss….) adalah MACET dan TIKUS…. lho apa hubungannya kawan? Tenang nanti pasti tau sendiri.

Kemacetan memang masalah yang sudah lumrah di kota-kota besar di Indonesia, banyak yang tidak senang karena tentu saja berpengaruh pada mobilisasi di jalanan, tapi tak banyak juga (sedikit-red) yang senang karena ada temen yang dapat jodoh gara2 macet lho?hihihihihi…. Kalau di daerah saya (Denpasar) sih kemacetan biasanya ada jadwalnya, misal pagi-pagi sekitar jam7 (katanya sih, soalnya saya belum bangun,,hehe) karena anak-anak sekolahan, Ibu/Bapak PNS, serta pedagang-pedangang yg percaya dengan mitos ‘rejeki dipatok ayam’ bakalan berlomba-lomba memenuhi jalanan, lalu siang sekitar jam2an (katanya juga sih, soalnya saya lagi tidur siang,,hehe) ya jelaslah karena mereka tersebut diatas dengan muka sumringah pulang kerumah masing2 dan beberapa pegawai juga lagi asik mencari makan siang mereka, terakhir sore jam 5an (Oke deh, kali ini saya tahu, memahami, dan ikut menikmatinya) karena dijam-jam ini para pegawe kantoran yang rata-rata punya mobil bakalan menjejali diri di jalanan lalu membunyikan klakson ‘taaat…teeeet….taaat….teeeet….‘ layaknya konvoi partai politik. Jadwal diatas juga bisa berubah sewaktu-waktu kayak bioskop, misalnya malam minggu, malam jumat atau ma’lam pir….hihihihihihi…. Dan cuma 1 pelajaran yang bisa saya simpulkan dari kemacetan ini kawand,,,, bahwasanya Kemacetan disebabkan oleh bertambahnya jumlah kendaraan bermotor, bukannya gara-gara jalan yang menyempit teman….ya iyalah….


sumber:http://balirc.com


http://capjempol.files.wordpress.com

Nah sekarang mari kita hubungkan MACET dengan TIKUS. Orang-orang yang sudah terbiasa dengan kemacetan pada berbagai level bakal tau dan kenal baik dengan yang namanya ‘Jalan Tikus’. Yap menurut Wikipedia Indonesia, Jalan Tikus adalah istilah yang digunakan untuk jalan tembus yang melewati jalan lingkungan yang kecil guna menghindari ruas jalan yang macet, ataupun menghindari persimpangan/lampu lalu lintas yang macet, mereka melewati jalan tikus ini kadang harus mengkompensasi polisi tidur atau hambatan lain yang ditempatkan oleh masyarakat yang tinggal di sekitar jalan tikus tersebut. Intinya sih jalan tikus ini merupakan jalan kecil, kadang berkelok-kelok dan biasanya digunakan untuk menghindari kemacetan atopun memotong jalan.

sumber: http://id.wikipedia.org

sumber: http://i34.photobucket.com

Bagaimana sih caranya kita mempelajari jalan tikus? males juga kan kalo kena macet terus-terusan… Khusus bagi pengguna sepeda motor ataupun sepeda gayung, menurut saya cara yang paling efektif adalah learning by doing,,, jika punya waktu luang dijalanan ataupun berangkat ke suatu tempat kepagian, maka gak ada salahnya kita nyoba menjelajah jalan-jalan kecil yang belum pernah kita lalui, dengan begitu saat terkena macet kita pun dapat beraksi… Sedangkan menurut blog’s tetangga (edratna.wordpress.com), “Pengetahuan jalan tikus, selain harus berani mencoba, biasanya saya peroleh jika naik taksi, atau naik bajay. Merekalah orang yang tiap hari berada di jalanan, serta tak tergantung pada rute jalan, sehingga lebih mudah mencari alternatif jalan”.

“Oke deh, sepertinya sekian tulisan saya yang gak mutu ini 🙂 mudah-mudahan bisa membangkitkan emosi teman-teman semua,,,hehe”

“Lalu bila kita dihadapkan pada dua pilihan, menghentikan tingkat kemacetan…atau terus-terusan menjadi Tikus yang lalu lalang di jalan Tikus? yang mana yang bijak untuk kita pilih?”

Sumber :
http://edratna.wordpress.com
http://id.wikipedia.org/wiki/Jalan_tikus

SEJARAH TRAFFIC LIGHT 02/05/2010

Posted by joni prayoga in ISENG tak BERHADIAH.
Tags: , , , , , , , , ,
11 comments

Lanjutan dari artikel Sejarah Kartu Kuning dan Merah kemarin nie, ternyata inspirasi kartu merah dan kartu kuning datangnya dari lampu traffic light LHO??? Nah, sekarang saatnya kita tahu bagaimana sejarah Traffic Light atau lampu lalu-lintas atau juga lebih dikenal dengan lampu merah-kuning-hijau dilangit yang biru, yang membantu pak polisi mengatur kendaraan di jalanan..OKE deh…. cekidoth…!!!

Lampu lalu lintas digunakan sebelum adanya kendaraan bermotor. Pada tahun 1868, di Inggris, insinyur JP Knight menemukan lampu lalu lintas pertama, lentera merah dan hijau dengan sinyal. Itu dipasang di persimpangan George dan Jembatan Jalan di depan British House of Commons untuk mengontrol aliran kereta kuda dan pejalan kaki.

Pengatur lalu lintas untuk kendaraan bermotor diperkenalkan  di Amerika Serikat pada akhir 1890-an dan kebutuhan untuk kontrol lalu lintas segera menjadi jelas. Sejumlah orang datang dengan ide-ide untuk pengendalian lalu lintas. Pada tahun 1910, Earnest Sirrine Chicago, Illinois mengajukan paten untuk sesuatu yang dianggap pertama sistem lalu lintas jalan otomatis, menggunakan kata-kata yang tidak diterangi STOP (berhenti) dan MOVE (melanjutkan).

Pada tahun 1912, Lester Wire dari Salt Lake City, Utah menemukan lampu lalu lintas listrik dengan menggunakan lampu merah dan hijau. Namun, ia tidak mengajukan paten. Tahun berikutnya, James Hoge menerima hak paten nomor 1.251.666 untuk sistem lampu lalu lintas dengan kontrol manual menggunakan lampu listrik, dipasang di Cleveland, Ohio pada tahun 1914, masih menampilkan kata-kata STOP dan MOVE.

Sedangkan sistem lampu lalu lintas pertama menggunakan lampu merah dan hijau dipatenkan oleh William Ghiglieri San Francisco, California pada 1917 dengan Rancangan yang dapat dioperasikan secara manual atau otomatis.

Cahaya yang kuning ditambahkan pada tahun 1920 oleh William Potts, seorang polisi Detroit. Dia benar-benar menemukan beberapa sistem lampu lalu lintas, termasuk cara menggantung empat sistem, akan tetapi tidak dipatenkan.

(Garreth Augustus Morgan)

Orang pertama untuk mengajukan permohonan paten dan yang paling terkenal dalam memproduksi lampu lalu lintas adalah Garrett Augustus Morgan, yang menerima paten pada tahun 1923. Awal penemuan ini diawali ketika suatu hari ia melihat tabrakan antara mobil dan kereta kuda. Kemudian ia berpikir bagaimana cara menemukan suatu pengatur lalu lintas yang lebih aman dan efektif. Sebenarnya ketika itu telah ada sistem perngaturan lalu lintas dengan sinyal STOP dan GO. Sinyal lampu ini pernah digunakan di London pada tahun 1863. Namun, pada penggunaannya sinyal lampu ini tiba-tiba meledak, sehingga tidak dipergunakan lagi. Morgan juga merasa sinyal stop dan go memiliki kelemahan, yaitu tidak adanya interval waktu bagi pengguna jalan sehingga masih banyak terjadi kecelakaan. Penemuan Morgan ini memiliki kontribusi yang cukup besar bagi pengaturan lalu lintas, ia menciptakan lampu lalu lintas berbentuk huruf T. Lampu ini terdiri dari tiga lampu, yaitu sinyal stop (ditandai dengan lampu merah), go (lampu hijau), posisi stop (lampu kuning). Lampu kuning inilah yang memberikan interval waktu untuk mulai berjalan atau mulai berhenti. Lampu kuning juga memberi kesempatan untuk berhenti dan berjalan secara perlahan.

Nah, sudah terjawab kan sejarah sebuah TRAFFIC LIGHT yang terdiri dari tiga lampu MERAH=berhenti, KUNING=hati-hati, dan HIJAU=jalan… Tapi seiring perkembangan jaman, fungsi lampu kuning menjadi berubah teman, dari hati-hati menjadi cepaaat !!! atau Ngebbuuuut !!! (biar nggak kena Lampu merah kayaknya) hehehe dasar manusia jaman sekarang….

Oke deh akhir kata mari tingkatkan disiplin ber Lalu Lintas dan semoga bermanfaat artikelnya 😀

Sumber :

kaskus.us
wikipedia.org