jump to navigation

All About ‘HIPERTENSI’ 07/12/2010

Posted by joni prayoga in FARMASI & KESEHATAN.
Tags: , , , , , , , , , , ,
trackback

Wah, maaf kalo tulisan kali ini sedikit bikin pusing/bosan/muntah-muntah..hehe sedikit berbagi teman, kali ini saya bakal membahas salah satu tugas kampus yang sepertinya sayang banget kalo gak di-share. Yap inilah dia, HIPERTENSI, yang lebih terkenal dengan nama gaul ‘penyakit darah tinggi’.

Hipertensi dikenal secara luas sebagai penyakit kardiovaskular. Selain mengakibatkan gagal jantung, penyakit ini dapat berakibat terjadinya gagal ginjal maupun penyakit serebrovaskular. Gejala-gejala akibat hipertensi, seperti pusing, gangguan penglihatan, dan sakit kepala, seringkali terjadi pada saat hipertensi sudah lanjut.

Definisi
Hipertensi diartikan sebagai peningkatan tekanan darah arterial secara presisten. Tekanan darah arteri adalah tekanan darah yang diukur pada dinding arteri dalam satuan mmHg. Dua tekanan darah arteri yang diukur adalah tekanan darah sistolik (systolic blood pressure [SBP]) dan tekanan darah diastolik (diastolic blood pressure [DBP]). SBP didapat setelah kontraksi jantung dan diwakili dengan nilai puncak, sementara DBP terjadi setelah kontraksi saat ruang jantung terisi dan diwakili dengan nilai nadir.

Klasifikasi
The Seventh Report of the Joint National Committee on the Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure (JNC7) mengklasifikasikan tekanan darah dalam 4 kategori yaitu tekanan darah normal, pre hipertensi, Hipertensi tahap 1, dan hipertensi tahap2.

kategori

SBP (mmHg)

DBP (mmHg)

Normal

Pre HTN1

HTN tahap 1

HTN tahap 2

< 120

120-139

140-159

≥160

dan

atau

atau

atau

<80

80-89

90-99

≥100

Mekanisme
Mekanisme humoral Hipertensi yaitu karena terjadinya abnormalitas Sistem Renin-Angiotensin-Aldosteron (SRAA). Sistem Renin-Angiotensin-Aldosteron dimulai dengan adanya Renin yang merupakan enzim yang disimpan di dalam sel juxtaglomerular yang berada di arteriol aferen ginjal. Pelepasan renin dimodulasi oleh faktor intrarenal (seperti angiotensin II, katekolamin, dan tekanan perfusi ginjal), dan juga faktor ekstrarenal (seperti natrium, klorida, dan kalium).    Sel juxtaglomerular berfungsi sebagai alat sensor, dimana pada penurunan tekanan ateri ginjal dan aliran darah ginjal dapat dikenali oleh sel ini, dan kemudian menstimulasi pelepasan renin. Begitu juga dengan peristiwa menurunnya kadar natrium dan klorida yang ditranspor ke tubuls distal, peningkatan katekolamin, serta penurunan kalium dan/atau kalsium intrasel dapat memicu sel juxtaglomerular untuk melepaskan renin. Renin mengkatalisis perubahan angiotensinogen menjadi angiotensin I di dalam darah. Angiotensin I akan diubah menjadi angiotensin II oleh angiotensin converting enzyme (ACE). Setelah berikatan dengan reseptor spesifik (yang diklasifikasikan sebagai subtipe AT1 dan AT2), angiotensi II  menyebabkan respon biologis pada beberapa jaringan.

Mekanisme Renin Angiotensin Aldosteron

Pasien yang mengalami hipertensi mungkin saja tampak sehat atau memiliki faktor-faktor risiko kardiovaskuler seperti:
1. Usia (≥ 55 th untuk pria; dan 65 th untuk wanita)
2. Diabetes mellitus
3. Dislipidemia (peningkatan kolesterol low-density lipoprotein [LDL], kolesterol atau trigliserida total; rendah kolesterol high-density lipoprotein [HDL])
4. Mikroalbuminuria
5. Riwayat keluarga yang mengalami penyakit kardiovaskuler di usia muda
6. Obesitas (body mass index = 30 kg/m2 )
7. Kurangnya aktivitas fisik
8. Merokok

Terapi Non Farmakologi

Terapi non farmakologis harus dilaksanakan oleh semua pasien hipertensi dengan tujuan menurunkan tekanan darah dan mengendalikan faktor-faktor resiko serta penyakit penyerta lainnya. Pengobatan non farmakologis terdiri dari :

1. Menurunkan berat badan berlebih
2. Mengurangi konsumsi alkohol berlebih
3. Mengurangi asupan garam
4. Membatasi minum kopi
5. Meningkatkan konsumsi buah dan sayur serta menurunkan asupan lemak
6. Menghentikan merokok
7. Cukup istirahat dan tidur
8. Latihan fisik

Terapi Farmakologi
5 kelas yang paling umum digunakan dalam terapi Hipertensi adalah sebagai berikut: (antihipertensif primer) yaitu:

1. Diuretik

Ada empat kelas diuretik, dimana diuretik tiazid dianggap sebagai obat hipertensi pilihan utama sebagai obat tunggal atau dikombinasi dengan antihipertensi golongan lain yang dapat meningkatkan efektivitasnya. Diuretik tiazid adalah diuretik dengan potensi menengah yang menurunkan tekanan darah dengan cara menghambat reabsorpsi sodium pada daerah awal tubulus distal ginjal, meningkatkan ekskresi sodium dan volume urin. Tiazid juga mempunyai efek vasodilatasi langsung pada arteriol, sehingga dapat mempertahankan efek antihipertensi lebih lama yang dapat diberikan sekali sehari.

2.  Penghambat Reseptor b (b-blocker)

Diperkirakan ada beberapa cara b-bloker untuk menurunkan tekanan darah, yaitu :
1. Pengurangan denyut jantung dan kontraktilitas miokard menyebabkan curah jantung berkurang. Refleks baroreseptor serta hambatan reseptor b2 vaskular menyebabkan resistensi perifer pada awalnya meningkat. Pada pemberian kronik resistensi perifer menurun, mungkin sebagai penyesuaian terhadap pengurangan curah jantung yang kronik
2. Hambatan pelepasan norepinefrin melalui hambatan reseptor b2 prasinaps
3. Hambatan sekresi renin melalui hambatan reseptor b1 di ginjal, dan
4. Efek sentral.

Contoh obat-obat golongan β-blocker antara lain, propanolol, atenolol,βxolol, bisoprolol, acebutolol.

3. ACE inhibitor

Angiotensin converting enzyme inhibitor (ACEi) menghambat secara kompetitif pembentukan angiotensin II dari prekursor angiotensin I yang inaktif, yang terdapat pada darah, pembuluh darah, ginjal, jantung, kelenjar adrenal dan otak. Angitensin II merupakan vaso‐konstriktor kuat yang memacu penglepasan aldosteron dan aktivitas simpatis sentral dan perifer. Penghambatan pembentukan angiotensin II ini akan menurunkan tekanan darah.

4. Antagonis Angiotensin II(Angiotensin II Reseptor Blocker [ARB])

Reseptor angiotensin II ditemukan pada pembuluh darah dan target lainnya. Disubklasifikasikan menjadi reseptor AT1 dan AT2. Reseptor AT1 memperantarai respon farmakologis angiotensin II, seperti vasokonstriksi dan penglepasan aldosteron. Dan oleh karenanya menjadi target untuk terapi obat. ARB mempunyai banyak kemiripan dengan ACEi, tetapi ARB tidak mendegradasi kinin. Efek samping ACEi dan ARB diantaranya mengganggu fungsi ginjal, hiperkalemia karena menurunkan produksi aldosteron. Perbedaan antara ACEi dan ARB adalah batuk kering yang merupakan efek samping yang dijumpai pada 15% pasien yang mendapat terapi ACEi.

5.  Penghambat Saluran Calsium (Calcium channel blocker)

Calcium channel blockers (CCB) dapat dibagi kedalam dua kelas yaitu golongan dihidropiridin (nifedipin) dan golongan nonhidripiridin (verapamil dan diltiazem). CCb dihidropiridin sangat efektif untuk pasien yang mengalami isolates systolic hypertension. CCB bekerja dengan cara menurunkan influks ion kalsium ke dalam sel miokard, sel‐sel dalam sistem konduksi jantung, dan sel‐sel otot polos pembuluh darah. Efek ini akan menurunkan kontraktilitas jantung, menekan pembentukan dan propagasi impuls elektrik dalam jantung dan memacu aktivitas vasodilatasi, interferensi dengan konstriksi otot polos pembuluh darah. Semua hal di atas adalah proses yang bergantung pada ion kalsium. Kesadaran terhadap gejala hipoglikemia pada beberapa pasien DM tipe 1 dapat berkurang.

Yap itu dia beberapa hal yang saya baca dan presentasikan di kampus tentang Hipertensi, baik definisi, mekanisme hingga pengobatannya. Yupp…dan saya harapkan teman-teman semuanya selalu salam keadaan sehat ya? dan jangan pernah lupa untuk selalu menjalankan POLA HIDUP SEHAT dan segala penyakit bisa kita hindari…!😀


OKE DEH, Buat teman-teman yang tertarik dengan masalah HIPERTENSI ini, saya sertakan juga makalah yang bisa di-download  D I S I N I

😀 Terimakasih, semoga bermanfaat…😀

kategori

SBP (mmHg)

DBP (mmHg)

Normal

Pre HTN1

HTN tahap 1

HTN tahap 2

< 120

120-139

140-159

≥160

dan

atau

atau

atau

<80

80-89

90-99

≥10

Komentar»

1. Football - 19/12/2010

Oh, jadi seperti itu ya hipertensi.. sepertinya harus saranin om saya buat terapi nih…
thanks infonya ya gan🙂

joni prayoga - 19/12/2010

hehe sama2 gan semoga bermanfaat😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: