jump to navigation

Waspada,,,MACET merubah kita menjadi ‘TIKUS’ !!! 08/07/2010

Posted by joni prayoga in ISENG tak BERHADIAH.
Tags: , , , , ,
trackback

Woooiiiiiiit… tenang kawand..!!! Jangan langsung berkeringat dingin dan muntah-muntah setelah membaca judul diatas…๐Ÿ˜€

Yap, tarik nafas…..tahan sebentar….lalu keluarkan….. Tarik nafas lagi…..tahan….lalu mari kita mulai membaca (nafas ditahan sampai selese baca ya?hehe๐Ÿ™‚ ).

Topik kita hari ini (haiiiissss….) adalah MACET dan TIKUS…. lho apa hubungannya kawan? Tenang nanti pasti tau sendiri.

Kemacetan memang masalah yang sudah lumrah di kota-kota besar di Indonesia, banyak yang tidak senang karena tentu saja berpengaruh pada mobilisasi di jalanan, tapi tak banyak juga (sedikit-red) yang senang karena ada temen yang dapat jodoh gara2 macet lho?hihihihihi…. Kalau di daerah saya (Denpasar) sih kemacetan biasanya ada jadwalnya, misal pagi-pagi sekitar jam7 (katanya sih, soalnya saya belum bangun,,hehe) karena anak-anak sekolahan, Ibu/Bapak PNS, serta pedagang-pedangang yg percaya dengan mitos ‘rejeki dipatok ayam’ bakalan berlomba-lomba memenuhi jalanan, lalu siang sekitar jam2an (katanya juga sih, soalnya saya lagi tidur siang,,hehe) ya jelaslah karena mereka tersebut diatas dengan muka sumringah pulang kerumah masing2 dan beberapa pegawai juga lagi asik mencari makan siang mereka, terakhir sore jam 5an (Oke deh, kali ini saya tahu, memahami, dan ikut menikmatinya) karena dijam-jam ini para pegawe kantoran yang rata-rata punya mobil bakalan menjejali diri di jalanan lalu membunyikan klakson ‘taaat…teeeet….taaat….teeeet….‘ layaknya konvoi partai politik. Jadwal diatas juga bisa berubah sewaktu-waktu kayak bioskop, misalnya malam minggu, malam jumat atau ma’lam pir….hihihihihihi…. Dan cuma 1 pelajaran yang bisa saya simpulkan dari kemacetan ini kawand,,,, bahwasanya Kemacetan disebabkan oleh bertambahnya jumlah kendaraan bermotor, bukannya gara-gara jalan yang menyempit teman….ya iyalah….


sumber:http://balirc.com


http://capjempol.files.wordpress.com

Nah sekarang mari kita hubungkan MACET dengan TIKUS. Orang-orang yang sudah terbiasa dengan kemacetan pada berbagai level bakal tau dan kenal baik dengan yang namanya ‘Jalan Tikus’. Yap menurut Wikipedia Indonesia, Jalan Tikus adalah istilah yang digunakan untuk jalan tembus yang melewati jalan lingkungan yang kecil guna menghindari ruas jalan yang macet, ataupun menghindari persimpangan/lampu lalu lintas yang macet, mereka melewati jalan tikus ini kadang harus mengkompensasi polisi tidur atau hambatan lain yang ditempatkan oleh masyarakat yang tinggal di sekitar jalan tikus tersebut. Intinya sih jalan tikus ini merupakan jalan kecil, kadang berkelok-kelok dan biasanya digunakan untuk menghindari kemacetan atopun memotong jalan.

sumber: http://id.wikipedia.org

sumber: http://i34.photobucket.com

Bagaimana sih caranya kita mempelajari jalan tikus? males juga kan kalo kena macet terus-terusan… Khusus bagi pengguna sepeda motor ataupun sepeda gayung, menurut saya cara yang paling efektif adalah learning by doing,,, jika punya waktu luang dijalanan ataupun berangkat ke suatu tempat kepagian, maka gak ada salahnya kita nyoba menjelajah jalan-jalan kecil yang belum pernah kita lalui, dengan begitu saat terkena macet kita pun dapat beraksi… Sedangkan menurut blog’s tetangga (edratna.wordpress.com), “Pengetahuan jalan tikus, selain harus berani mencoba, biasanya saya peroleh jika naik taksi, atau naik bajay. Merekalah orang yang tiap hari berada di jalanan, serta tak tergantung pada rute jalan, sehingga lebih mudah mencari alternatif jalan”.

“Oke deh, sepertinya sekian tulisan saya yang gak mutu ini๐Ÿ™‚ mudah-mudahan bisa membangkitkan emosi teman-teman semua,,,hehe”

“Lalu bila kita dihadapkan pada dua pilihan, menghentikan tingkat kemacetan…atau terus-terusan menjadi Tikus yang lalu lalang di jalan Tikus? yang mana yang bijak untuk kita pilih?”

Sumber :
http://edratna.wordpress.com
http://id.wikipedia.org/wiki/Jalan_tikus

Komentar»

1. Adinandra - 17/07/2010

wkwkwkwkwkwkwkw.. kalo gitu saya masih aman.. sala3 kota kecil yang ga pernah macet (kecuali natal n lebaran). Jalan tikusnya juga banyak cuma bukan untuk hindari kemacetan tp buat hindari polisi biar ga kena tilang๐Ÿ˜€

joni prayoga - 18/07/2010

wah, pengen ke salatiga nie, kayaknya adem…hehe
kalo d Bali paling Denpasar atau Kuta aja yg parah macetnya, daerah lain nggak terlalu kok๐Ÿ˜€

2. Tomy Meilando - 18/07/2010

Palembang juga macet berat bro..
kalo penyebabnya dikarenakan jumlah kendaraan meningkat,..saya sangat setuju bro..cz teman saya (sales mobil) tiap bulan targetnya terus naik..1 bulan harus laku 4 mobil.!!! hmm bayangkan apa jadinya kota palembang 5 tahun lagi??? pertumbuhan jumlah kendaraan tidak seimbang dengan pembangunan jalan..apa jadinya??

joni prayoga - 19/07/2010

hahaha mengeringkan bro…mungkin itu kata yg tepat ya? mungkin pemerintah harus tegas, misalnya menaikkan ‘pajak’ kendaraan sehingga orang2 bakalan berpikir untuk punya motor atopun mobil, ato sistem tukar tambah motor/mobil aja deh…jadi jumlah kendaraan konstan di tiap tahunnya…mari bersama-sama mendoakan yg terbaik untuk Bumi ini bro๐Ÿ™‚


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: